Pasca-Gempa Venezuela: Jerit Histeris dan Isak Tangis dari Sudut-Sudut Kota

Pasca-Gempa Venezuela: Jerit Histeris dan Isak Tangis dari Sudut-Sudut Kota

Suasana Rabu petang saat Gempa mengguncang kota-kota di pesisir utara Venezuela. Kepanikan dan kecemasan dari warga yang mencari anggota keluarganya -Federico Parra/AFP -

Suasana mencekam, kepanikan massal, dan kecemasan mendalam menyelimuti warga Venezuela menyusul bencana dua gempa bumi berkekuatan besar yang melanda negara tersebut pada Rabu, 24 Juni 2026. Di tengah reruntuhan bangunan, suara keputusasaan warga yang mencari anggota keluarganya terdengar memecah keheningan malam.

"Antonio, ini ibumu, Ibu ada di sini," teriak seorang ibu dengan nada penuh keputusasaan di depan puing-puing bangunan berlantai 22 yang runtuh total di Caracas.

Para tetangga sekitar hanya bisa memandang tak berdaya ke arah sisa-sisa bangunan tersebut. Salah seorang dari mereka mencoba merayap di antara celah puing, menajamkan telinga untuk mendengarkan tanda-tanda kehidupan dari dalam reruntuhan, namun yang terdengar hanyalah keheningan.

"Kami membutuhkan senter," ujar salah seorang relawan dadakan yang mengevakuasi korban secara mandiri. Saat itu, baru ada satu petugas polisi yang menemani kelompok warga tersebut di lokasi kejadian, sementara mereka semua masih menunggu kedatangan tim penyelamat dari dinas terkait.

BACA JUGA:Dua Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas dan Ratusan Luka-luka

BACA JUGA:Ketika Korban Gempa Filipina Melebihi 40 Jiwa: Operasi Penyelamatan Cenderung Lambat

Tidak jauh dari titik itu, nama lain kembali menggema di tengah situs yang luluh lantak. "Tania, Tania!" teriak warga memanggil korban yang diduga masih terjebak. Lokasi kehancuran ini merupakan bagian dari kompleks kediaman Petunia di lingkungan elite Los Palos Grandes, kawasan yang pada hari-hari biasa selalu ramai dan hidup dengan deretan restoran serta kafe.


Petugas melakukan pencairan di sudut-sudut Kota Caracas pasca dua gempa hebat yang guncang Ibu Kota Venezuela tersebut-Jacinto Oliveros/AFP-

Kini, pemandangan berganti drastis, salah seorang pria bahkan terdengar menangis tersedu-sedu di tepi jalan.

Dua gempa kuat bermagnitudo 7,2 dan 7,5 yang melanda dalam waktu yang sangat berdekatan sekitar pukul 18.00 waktu setempat (22.00 GMT) telah merontokkan gedung-gedung di penjuru ibu kota dan memaksa penduduknya berhamburan ke jalanan untuk menyelamatkan diri.

Deru Keras dan Trauma Warga

Hanya berjarak beberapa blok dari lokasi gedung runtuh, kepanikan luar biasa juga dirasakan oleh orang-orang yang baru saja keluar dari sebuah pusat perbelanjaan. Mereka semua berada dalam kondisi syok berat setelah merasakan guncangan yang begitu hebat.

BACA JUGA:Gempa M7,8 Mindanao Filipina Tewaskan 15 Orang, Sejumlah Bangunan Roboh

BACA JUGA:Gempa Dahsyat M7,4 Guncang Filipina, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami untuk Sejumlah Wilayah Indonesia

"Tangga-tangga runtuh, seluruh dinding retak. Barang-barang berjatuhan dari langit-langit. Ini sangat mengerikan," ungkap Odalis Escalona, seorang pegawai bank berusia 54 tahun, dengan tubuh yang masih gemetar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: