Cara Aman Mengeluarkan Kelelawar yang Masuk Rumah

Cara Aman Mengeluarkan Kelelawar yang Masuk Rumah

Jika kelelawar masuk rumah, sebaiknya ditangani dengan hati-hati dan sebisa mungkin tidak menyentuhnya.--magnific.com

Namun jika posisinya berada di area yang berisiko bagi manusia, seperti dekat pintu utama atau tempat bermain anak, pemindahan perlahan menggunakan metode kotak bisa dipertimbangkan. Bila kelelawar itu terluka, hubungi petugas konservasi satwa atau dokter hewan yang berwenang.

BACA JUGA:Parade Hewan KBS Mulai 23 Maret 2026, Pengunjung Bisa Foto dengan Satwa

BACA JUGA:Polresta Sidoarjo Bongkar Perdagangan Satwa Dilindungi, Pria Krembung Ditangkap


Hindari menangkap kelelawar yang masuk loteng saat musim berkembang biak. Karena anak kelelawar bisa tertinggal dan mati di dalam bangunan.--magnific.com

Bagaimana Jika Ada Banyak Kelelawar di Loteng?

Situasi akan berbeda jika yang ditemukan bukan satu, melainkan koloni kelelawar. Jika mereka sudah menjadikan loteng sebagai tempat tinggal, sekadar mengusir biasanya tidak efektif. Karena mereka dapat kembali lagi.

Yang perlu dilakukan adalah:

  • Cari titik masuk kelelawar menjelang matahari terbenam.
  • Pastikan seluruh kelelawar sudah keluar.
  • Tutup permanen lubang masuk setelah beberapa hari tidak ada aktivitas.

Namun, hindari penanganan saat musim berkembang biak. Karena anak kelelawar bisa tertinggal dan mati di dalam bangunan.

Kelelawar Punya Peran Penting

Meski sering dianggap menakutkan, kelelawar memiliki manfaat besar bagi ekosistem. Sebagian besar spesies kelelawar memakan serangga. Mereka membantu mengendalikan hama secara alami.

BACA JUGA:Polresta Sidoarjo Bongkar Perdagangan Satwa Dilindungi, Pria Krembung Ditangkap

BACA JUGA:Mengisi Liburan Sekolah di Taman Safari Prigen, Ajak Anak Berinteraksi dengan Satwa

Kelelawar berkontribusi menjaga keseimbangan lingkungan. Juga membantu sektor pertanian. Karena itu, jika suatu malam Anda melihat siluet kecil beterbangan di langit, itu bukan ancaman. Melainkan salah satu penjaga alami ekosistem. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: hindustan times