Dunia Lebih Lebar daripada Bingkai AI: Melawan Kelatahan Tekno-Pragmatisme
ILUSTRASI Dunia Lebih Lebar daripada Bingkai AI: Melawan Kelatahan Tekno-Pragmatisme.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Namun, mesin tidak akan pernah tahu rasanya mencintai tanah air dengan tulus. Ia tidak akan pernah memahami dinamika sosial budaya yang begitu beragam di negeri ini. Ia tidak memiliki jangkar etis untuk menangis melihat ketidakadilan dan tidak memiliki kesadaran spiritual untuk merajut tenun kebangsaan yang majemuk.
Biarkan negara lain mempertaruhkan seluruh peradabannya pada eksperimen teknokratis yang ”dingin”. Indonesia harus memilih jalan yang berbeda: jalan yang merawat teknologinya, tetapi sekaligus memuliakan manusianya.
Sebab, di luar sana, di balik jendela komputasi yang serba terukur dan kaku itu, kehidupan manusia yang sesungguhnya –dengan segala keindahan, rasa, air mata, budaya, dan kearifannya– masih membentang sangat luas, menunggu untuk terus dipelajari, dicintai, dan dirayakan. (*)
*) David Segoh, dosen bahasa dan sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: