Kucing-kucingan AS-Israel

Kucing-kucingan AS-Israel

ILUSTRASI Kucing-kucingan AS-Israel.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Mossad, dinas intelijen legendaris Israel, kedapatan memantau komunikasi utusan khusus Amerika Serikat. Tujuannya, mengintip seberapa jauh Washington mau berkompromi dengan Iran dalam negosiasi tertutup.

Pentagon marah besar begitu tahu mereka disadap sekutu sendiri. Mereka langsung membalas dengan membatasi sebagian aliran data satelit real-time ke wilayah utara Israel.

Apakah Israel langsung lumpuh? Sama sekali tidak.

Jangan remehkan Israel. Mereka adalah salah satu negara dengan kemandirian teknologi militer paling gila di dunia.

IDF langsung mengadaptasi sistem pertahanan udara Iron Dome dan David’s Sling mereka. Sistem komputerisasi diatur ulang agar perisai udara itu bekerja lebih keras secara mandiri, tanpa bergantung penuh pada pasokan data Amerika Serikat.

Memang, alarm di beberapa titik seperti Tel Aviv dan Haifa menjadi sedikit lebih sensitif. Tetapi, perisai udara mereka tetap berdiri kokoh menghalau setiap ancaman yang datang dari Suriah dan Lebanon Utara. Israel membuktikan mereka bisa tegak di atas kaki sendiri.

Di dalam negeri, Netanyahu juga melakukan pembersihan radikal. Wakil direktur Mossad yang sudah mengabdi 20 tahun diganti oleh Roman Gofman, mantan sekretaris militernya sendiri.

Netanyahu ingin menyatukan komando politik dan operasi militer tanpa sekat birokrasi. Di tengah badai perang, konsolidasi kekuasaan seperti itu memang diperlukan agar seluruh sendi negara bergerak dalam satu visi yang solid.

Tren Paranoia Teknologi Global

Penyakit saling curiga dan paranoia aliansi itu rupanya tidak cuma milik Timur Tengah. Itu sudah menjadi tren global baru di abad ke-21.

Lihat saja Rusia pekan ini. Operasi elite Unit Center 795 milik mereka di Eropa terbongkar total.

Penyebabnya konyol: seorang informannya mengirim pesan operasi rahasia menggunakan aplikasi penerjemah gratis di ponsel. Negara adidaya nuklir bisa bocor gara-gara kecerobohan digital sepele yang tersimpan di server California.

Atau, lihat India. Mereka baru sadar bahwa 90 persen dari jutaan kamera keamanan (CCTV) yang terpasang di pangkalan militer dan gedung vital mereka adalah buatan Tiongkok. Celah digital pada kamera itu dimanfaatkan oleh intelijen asing untuk memantau pergerakan pasukan India setiap hari.

Dunia hari ini memang sedang sakit paranoia. Kedaulatan teknologi menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar lagi oleh bangsa mana pun.

Israel, yang selama puluhan tahun bertumpu pada keunggulan teknologi dan dukungan Amerika Serikat, kini dipaksa bertarung tanpa jaring pengaman total dari sekutunya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: