Kucing-kucingan AS-Israel

Kucing-kucingan AS-Israel

ILUSTRASI Kucing-kucingan AS-Israel.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Apakah Israel goyah? Tidak.

Dominasi udara Israel mutlak tidak tergoyahkan. Jet tempur dan peswat nirawak mereka terus menguasai langit tanpa henti. Mereka menjatuhkan selebaran peringatan agar arena pertempuran dikosongkan. Israel memegang kendali penuh atas jalannya perang di lapangan.

Ketika Sekutu Saling Bantah di Depan Publik

Masalahnya justru bukan di bukit itu.

Masalah besar muncul di panggung diplomasi internasional. Terjadi friksi aneh yang bikin geleng-geleng kepala. Sebuah tontonan yang tidak biasa di antara dua negara yang mengaku bersaudara.

Tiba-tiba saja, pejabat Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengumumkan hal mengejutkan. Katanya, Israel bersedia menarik pasukannya dari zona penyangga sebagai tanda niat baik kepada Lebanon. Dunia sempat lega mendengarnya. Pasar saham Asia bahkan langsung menghijau.

Namun, hanya dalam hitungan jam, narasi itu langsung dipotong mentah-mentah. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Katz langsung tampil bersama di depan kamera dunia.

Bantahannya keras sekali.

”Kami tidak akan mundur seinci pun,” tegas Netanyahu dengan nada tak tergoyahkan. Israel akan tetap berada di zona keamanan sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Kata-kata itu keluar seperti pukulan telak bagi diplomat Amerika Serikat.

Kok bisa sekutu dekat saling bantah secara terbuka di depan publik? Jawabannya sederhana: beda kepentingan strategis.

Amerika Serikat ingin perang cepat selesai. Mereka baru saja meneken kesepakatan dengan Iran. Mereka mau fokus mengurus ekonomi domestik. Mereka juga harus membagi konsentrasi untuk membendung pengaruh Tiongkok di Pasifik. Timur Tengah dianggap gangguan yang harus segera diredam.

Bagi Israel sendiri, ceritanya sama sekali berbeda. Ini soal kelangsungan hidup negara. Selama moncong rudal presisi Hizbullah masih mengancam perbatasan mereka, IDF tidak akan pulang. Mereka tidak percaya pada janji manis di atas kertas antara Washington dan Teheran.

Perang Intelijen di Balik Layar

Gara-gara beda prinsip itu, aksi saling curiga menjalar ke ruang intelijen paling rahasia. Ini yang ngeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: