Lewis Hamilton Berpeluang Cetak Sejarah Langka di F1 GP Inggris

Lewis Hamilton Berpeluang Cetak Sejarah Langka di F1 GP Inggris

Lewis Hamilton saat angkat piala kemenangan di Grand Prix Silverstone pada 2024.--Twitter Holiness @F1BigData

HARIAN DISWAY - Sejarah besar menanti di GP Inggris akhir pekan ini. Di atas aspal sirkuit legendaris Silverstone, Lewis Hamilton tidak hanya membalap demi poin klasemen, melainkan demi menembus batas mustahil Formula 1: mengunci kemenangan ke-10 di sirkuit yang sama.

Berbekal potensi kejutan upgrade unit daya jet darat Ferrari SF26 miliknya, sang pembalap tuan rumah siap menantang dominasi rival sekaligus mengukir rekor abadi yang belum pernah disentuh oleh pembalap mana pun dalam sejarah olahraga ini.

Belum pernah ada pembalap dalam sejarah Formula 1 yang mampu memenangkan balapan yang sama sebanyak sepuluh kali, apalagi di sirkuit yang sama. Namun, akhir pekan ini, Lewis Hamilton berpeluang besar kembali mengukir tinta emas dalam sejarah jet darat tersebut.

​Pembalap Ferrari itu meraih kemenangan Grand Prix Inggris pertamanya saat masih membela McLaren pada tahun 2008. Setelah itu, ia menambah delapan kemenangan lagi bersama Mercedes.

​Kemenangan Hamilton pada tahun 2021 menjadi yang paling kontroversial. Saat itu, ia terlibat insiden senggolan dengan rival utamanya dalam perebutan gelar, Max Verstappen, di tikungan cepat Copse. Benturan keras tersebut membuat mobil Verstappen terlempar melewati gravel dan menghantam pembatas dengan kekuatan 51G.

BACA JUGA:Kualifikasi GP Austria 2026: Russell Pole Position di Tengah Yellow Flag Verstappen

BACA JUGA:Misteri Sayap 'Macarena' McLaren di F1 GP Austria 2026, Contek Rahasia Ferrari?

​Verstappen sempat dilarikan ke pusat medis sirkuit sebelum akhirnya diterbangkan ke rumah sakit untuk pemeriksaan pencegahan. Meski Hamilton dijatuhi penalti 10 detik akibat insiden tersebut, ia tetap berhasil memenangkan balapan dengan keunggulan 3,8 detik di depan Charles Leclerc.

Kemenangan terakhir Hamilton di kandang sendiri terjadi pada musim 2024, yang sekaligus menjadi musim perpisahannya bersama Mercedes. Setelah puasa kemenangan sejak akhir 2021 akibat kehilangan gelar juara dunia yang direbut Verstappen, Hamilton sukses menahan gempuran pembalap Red Bull tersebut di lap-lap akhir untuk menang dengan selisih 1,4 detik.

​Kemenangan emosional tersebut tidak hanya mengakhiri penantian hampir 1.000 hari Hamilton, tetapi juga memecahkan rekor kemenangan terbanyak di satu sirkuit ikonik F1, Silverstone.


Kali pertama Lewis Hamilton menangi grand Prix Silverstone Bersama Mercedes--Twitter Holiness @F1BigData

​Sebagai perbandingan, legenda F1 Michael Schumacher mengoleksi delapan kemenangan di Hungaroring dan Magny-Cours. Sementara itu, kemenangan Hamilton pada 2024 membawanya mengemas sembilan kemenangan di sirkuit Northamptonshire tersebut. Musim ini, Hamilton berpeluang memperpanjang rekornya menjadi 10 kemenangan.

Meski baru mempersembahkan satu kemenangan bagi Ferrari sejak bergabung musim lalu, mantan rekan setimnya, Jenson Button, sangat paham bahwa Silverstone selalu mampu mengeluarkan kemampuan terbaik Hamilton. Bahkan ketika mobilnya tidak dalam kondisi 100 persen, Hamilton selalu menemukan cara untuk menjadi yang tercepat di sana.

BACA JUGA:Trik Cerdik Ferrari di F1 GP Austria 2026: Pakai 'Sandbagging' dan Pasang Pembalap Rookie!

BACA JUGA:Teknologi F1 Menembus Medan Perang: Mantan Desainer McLaren Racik Drone Tempur Inggris!

​"Hasil di balapan terakhir mungkin tidak sesuai harapan, tetapi itu bukan kesalahannya. Paket mobilnya memang tidak memadai. Namun, Lewis jelas datang ke sini dengan kepercayaan diri tinggi," ujar Jenson Button, juara dunia F1 2009, kepada Sky Sports News.

​"Dia mungkin tidak puas dengan hasil kemarin, tetapi dia tahu telah memaksimalkan seluruh potensi yang ada. Inilah Lewis yang kita kenal; dia memaksimalkan segalanya, dan sangat menyenangkan melihat hal itu," tambahnya.

​Button juga menganalisis peluang Ferrari akhir pekan ini. "Dia akan tampil percaya diri saat balapan di suhu yang sedikit lebih rendah. Ferrari cukup kuat dari sisi aerodinamika. Silverstone pada dasarnya adalah sirkuit yang menuntut power, tetapi Anda tetap harus mempertahankan kecepatan di tikungan dan lintasan lurus," pungkasnya.

Sepanjang 15 kali balapan di Silverstone, pencapaian terbaik Button hanyalah finis di posisi keempat. Meski demikian, ia membagikan analisisnya mengenai gaya balap Hamilton yang krusial di sirkuit ini.

​"Anda harus mampu mempertahankan kecepatan di sektor sirkuit yang berkecepatan tinggi, sekaligus cekatan dalam mengatasi perubahan arah mobil. Itu bagian yang sangat penting," jelas Button.

"Saya rasa di situlah letak kekuatannya. Karakteristik mengemudinya membuat dia bisa menjinakkan mobil yang sangat responsif, yang merupakan mobil tercepat di lintasan tersebut." Pungkasnya. 

​Saat ini, Lewis Hamilton bertengger di posisi ketiga klasemen sementara pembalap. Menyusul kemenangan rekan senegaranya, George Russell, di GP Austria lalu, Hamilton kini masih tertinggal 46 poin dari sang pemimpin klasemen, Kimi Antonelli, setelah menuntaskan delapan seri balapan.

Peningkatan (upgrade) performa unit daya pada jet darat SF26 memang belum menunjukkan dampak signifikan saat mengaspal di Austria. Namun, para insinyur di Maranello berpotensi memberikan kejutan lewat suntikan performa terbaru pada unit daya Ferrari khusus untuk akhir pekan ini di Silverstone.(*) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: