Temuan Polisi, Istri Diduga Bunuh Suami di Banyumas: Akibat Selingkuh
ILUSTRASI Temuan Polisi, Istri Diduga Bunuh Suami di Banyumas: Akibat Selingkuh.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Selingkuh, lalu bunuh pasangan sah, ternyata bisa dilakukan lansia. Polisi mengumumkan, tersangka Ifaryanti, 61, membunuh suami Eddy Yono Subagyo, 67, di Banyumas karena tersangka akan menikah dengan pria AR, 50. Dia mau ganti gacoan.
KASUS itu tergolong unik dan jarang. Wanita bunuh suami demi akan menikah dengan selingkuhan, jarang terjadi. Apalagi, di usia pelaku segitu. Langka. Tapi, begitulah kejadiannya versi polisi.
Kapolresta Banyumas Kombespol Petrus Silalahi kepada wartawan, Selasa, 30 Juni 2026, menceritakan, tersangka IY (biasa dipanggil Yanti) disangka merancang pembunuhan berencana terhadap suami, EYS (Eddy Yono Subagyo). Tapi, dia tidak ikut dalam eksekusi pembunuhan.
Petrus: ”Berdasarkan hasil penyidikan, sebelum terjadi pembunuhan, IY berkenalan dengan seorang lelaki berinisial AR, warga Banten, melalui media sosial pada Agustus 2025. Mereka kemudian akrab. Kemudian, makin akrab.”
Dari komunikasi online, hubungan mereka meningkat jadi kopi darat. AR dari Banten mendatangi Yanti di Banyumas. Kian lama mereka makin sering bertemu. Tidak disebutkan, apakah mereka sudah berhubungan seks atau belum.
BACA JUGA:Kisah Istri Diduga Bunuh Suami di Banyumas: Bikin Rekayasa Rampok
Petrus: ”Akhirnya, mereka menjalin hubungan asmara.”
Tersangka Yanti kepada AR mengatakan, dia punya dua anak yang sudah berkeluarga dan tinggal di rumah masing-masing, di Kalimantan dan Temanggung, Jateng.
AR diam. Mungkin, dianggapnya tidak ada masalah. Toh, umur Yanti sudah segitu. Wajar.
Yanti mengaku juga punya suami bernama Eddy, pemilik bengkel motor di rumahnya. Di Jalan Masjid Baru, Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Banyumas. Rumah itu cuma dihuni Eddy dan Yanti.
Diberi tahu begitu, AR bukannya mundur, malah mengajak Yanti kawin. Mereka niat dan nekat.
Petrus: ”IY dan AR akhirnya bersepakat untuk membunuh EYS.”
Dirancanglah liku-liku proses pembunuhannya. Dalam proses perencanaan, Yanti dan AR sama-sama tidak berani jadi eksekutor. Ngeri. Perencanaan macet. Mereka sama-sama mencari solusi.
AR memutuskan, ia mengajak temannya sesama warga Banten, pria inisial JN. Hasilnya, JN menyatakan siap jadi eksekutor pembunuh Eddy. Segera, hari eksekusi mereka tentukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: