Super Topan Bavi Mengamuk di Pasifik, Kekuatan Bisa Capai Kategori 5

Super Topan Bavi Mengamuk di Pasifik, Kekuatan Bisa Capai Kategori 5

Pemandangan pantai pesisir Guam. Pulau di tengah-tengah Samudera Pasifik tersebut kini menghadapi ancaman badai Bavi dengan kekuatan kategori 5-Yuichi Yamazaki/AFP-

HARIAN DISWAY - Penduduk Guam dan Kepulauan Mariana Utara di Samudera Pasifik mulai bersiap menghadapi ancaman "super topan" kedua sejak April.

Topan bernama Bavi ini dilaporkan terus mendekat ke wilayah teritorial Amerika Serikat di Pasifik tersebut dengan membawa angin kencang yang setara dengan badai kategori 5.

Berdasarkan pembaruan dari Joint Typhoon Warning Center (JTWC) pada Sabtu, 5 Juli 2026 pukul 19.00 waktu setempat, Badai Bavi bergerak ke arah barat dengan kecepatan angin maksimum yang konstan mencapai 269 kilometer per jam dan embusan angin hingga 324 kilometer per jam.

JTWC memprediksi pusat badai akan melintasi area yang sangat dekat dengan pulau kecil Rota—yang terletak di antara Guam dan Saipan, pulau utama di Mariana Utara—pada Senin. Kecepatan angin diperkirakan masih akan meningkat hingga 278 kilometer per jam.

"Anak-anak perempuan saya bilang mereka takut. Tapi semua akan baik-baik saja. Rumah saya terbuat dari beton, jadi kemungkinan terburuknya adalah jendela yang bisa jebol," ujar warga lokal, Arabella Paulino (48), kepada AFP saat berada di pantai Guam di bawah kondisi langit yang menggelap dan hujan yang turun sesekali.

BACA JUGA:Filipina Bersiap Sambut Topan Superbesar

BACA JUGA:Topan Fung-Wong Terjang Filipina, Satu Juta Warga Dievakuasi Massal

"Topan Sinkalu pada April lalu tidak seburuk Mawar pada tahun 2023 yang merobohkan seluruh rumah saya," kata temannya, Derma Soaladaob (51). "Saya tinggal di bagian utara, tetapi saya memilih pergi ke hotel. Rumah saya beton, tapi dengan suara bising dan angin itu, rasanya menakutkan," tuturnya.

Kantor gubernur setempat menyatakan bahwa Guam ditetapkan masuk dalam "Kondisi Kesiapsiagaan 2" mulai pukul 22.00, yang menandakan topan diperkirakan akan tiba dalam waktu 24 hours. Tempat pengungsian darurat dijadwalkan mulai dibuka pada Minggu pukul 07.00.

Warga yang mengungsi diimbau untuk membawa makanan dan air yang cukup untuk kebutuhan selama tujuh hari bagi setiap anggota keluarga, serta obat-obatan, perlengkapan tidur, dan produk kebersihan pribadi. Hewan peliharaan tidak diperbolehkan dibawa ke tempat pengungsian.

Rencana perayaan ulang tahun ke-250 Amerika Serikat pada Sabtu—yang juga bertepatan dengan Hari Pembebasan bagi Saipan—terpaksa dikesampingkan demi persiapan menghadapi badai. Wilayah Guam dan Kepulauan Mariana Utara pun telah menetapkan status keadaan darurat.

BACA JUGA:Siklon Senyar Empat Hari Hujan Ekstrem Tewaskan 7 Persen Orangutan Tapanuli, Ancaman Kepunahan Makin Nyata

BACA JUGA:Hampir 100 Orang Masih Hilang di North Carolina Setelah Badai Helene

Sebagian besar dari sekitar 200.000 penduduk di kepulauan tersebut terlihat mengantre di stasiun pengisian bahan bakar dalam beberapa hari terakhir. Mereka juga memadati toko bangunan untuk membeli triplek guna menutup jendela rumah, sekaligus menyetok makanan, air, dan kebutuhan pokok lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: