Dolar AI di Kamar Kos, Kopi Susu di Warung Desa

Dolar AI di Kamar Kos, Kopi Susu di Warung Desa

Teddy Afriansyah--

Hambatan teknis tersebut merupakan ancaman nyata karena kabel serat optik menjadi jalan tol utama bagi kelancaran rezeki harian. Pemerintah perlu segera mempercepat proses pemerataan koneksi sinyal berkualitas tinggi sampai menyentuh pelosok desa terpencil. 

Tujuannya, potensi besar ekonomi kreatif anak bangsa bisa mekar berkembang mencapai titik paling maksimal secepat kilat pada masa mendatang.

Persoalan krusial lainnya turut bermunculan akibat regulasi pemungutan pajak pekerja sektor digital lintas batas dirasa sama sekali belum berpihak pada asas kesejahteraan hidup. Perlindungan hukum formal bagi pejuang mandiri kancah internasional masih sangat minim saat kebetulan terjerat kasus penipuan klien luar negeri. 

Aparat birokrasi seharusnya merombak cara pandang usang agar berhenti berperan memungut upeti semata. Institusi resmi harus beralih fungsi menjadi fasilitator penyedia ekosistem pendukung super-aman. 

Antisipasi kebijakan secara kilat perlu ditekankan supaya aset sumber daya manusia cemerlang pantang nekat memilih pindah haluan menuju pangkuan negara tetangga terdekat sana.

Permasalahan yang sedang terjadi diibaratkan seperti rentetan peristiwa di sore hari yang hangat perlahan berganti malam. Ketika pemuda penghuni kamar kos tadi melangkah riang menuju warung pojok jalan. Seporsi mi instan rebus berkuah kental bersanding segelas kopi susu panas segera tersaji di atas meja kayu kusam. 

Sang pemilik kedai tersenyum lebar sewaktu menerima selembar uang tunai rupiah lembaran baru. Penjual makanan sederhana tersebut sama sekali tidak pernah menyadari sungguh ada arus modal global mengalir senyap lewat ketukan jempol pemuda pelanggannya. 

Kucuran dana asing tersebut menjadi penyelamat daya beli segenap warga kampung dari kebangkrutan. (*)

*) Teddy Afriansyah adalah penulis Lepas dan Alumnus Universitas Airlangga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: