Penanganan Hari Ketujuh Kebakaran TPA Jatiwaringin, Progres Pemadaman Capai 45 Persen
Petugas gabungan Damkar Kabupaten Tangerang dan Manggala Agni bekerja bahu membahu dalam proses pemadaman kebakaran TPA Jatiwaringin -BNPB-
HARIAN DISWAY - Penanganan darurat kebakaran lahan Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten memasuki hari ketujuh pada Senin, 6 Juli 2026.
Progres pemadaman dilaporkan mengalami kemajuan yang signifikan dengan capaian mencapai 45 persen dari total lahan terbakar seluas 14 hektare.
Pemerintah Daerah bersama dengan Pemerintah Pusat lintas Kementerian/Lembaga bersinergi untuk mengoptimalkan upaya pemadaman, baik melalui satgas darat maupun udara. Sebanyak 300 personel gabungan diterjunkan untuk percepatan pemadaman lokasi pembuangan akhir sampah warga Kabupaten Tangerang tersebut.
Personel gabungan terdiri dari unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten/Kota Tangerang, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, serta relawan.
Kapusdatinkom BNPB Abdul Muhari mengatakan, penguatan personel di lapangan turut didukung dengan pengerahan armada peralatan yang meliputi 19 unit mobil pemadam kebakaran, 4 unit mobil tangki air, 8 unit ekskavator, 8 unit bulldozer, 3 unit helikopter water bombing, dan 2 unit drone monitoring.
BACA JUGA:Kebakaran Gedung Jantung RSUD Dr Soetomo Surabaya Tewaskan Satu Pasien ICU
BACA JUGA:Jatim Kemarau Panjang, Pemprov Fokus Persiapkan Lahan Pertanian dan Cegah Kebakaran Hutan
"Situasi di lapangan menunjukkan kepulan asap putih masih terlihat di antara lahan-lahan yang menghitam akibat terbakar. Beberapa titik api kecil tampak di antara tumpukan sampah," katanya.
Petugas pemadam kebakaran terus melakukan penyemprotan menggunakan selang panjang, dibantu ekskavator yang mengurai tumpukan sampah. Sementara itu, tiga helikopter water bombing dikerahkan secara berkala mengguyur lokasi yang terpantau memiliki titik api. Area pemadaman dibagi menjadi tiga sektor, yaitu utara, tengah, dan selatan demi memudahkan koordinasi dan penanganan.
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, menjelaskan bahwa upaya pemadaman kebakaran lahan TPA ini membutuhkan penanganan khusus. Karakteristik lahan menyerupai lahan gambut, di mana api tidak hanya berada di permukaan, melainkan membara di dalam tumpukan sampah.
Oleh karena itu, pemadaman dilakukan dengan berbagai metode. Satgas darat melakukan penyemprotan untuk mengatasi api di permukaan serta metode injeksi untuk api di bawah permukaan. Di saat yang sama, satgas udara berupa water bombing bertugas menjangkau titik api dari atas.
BACA JUGA:Kebakaran Pabrik di Korea Selatan, 14 Tewas, 60 Lebih Terluka
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: