Sagging Style, Gaya Memakai Celana Melorot yang Sarat Sejarah dan Kontroversi

Sagging Style, Gaya Memakai Celana Melorot yang Sarat Sejarah dan Kontroversi

ILUSTRASI seseorang mengenakan sagging style, gaya memakai celana di bawah pinggang yang identik dengan budaya hip-hop dan kembali menarik perhatian di kalangan anak muda.--unsplash.com

BACA JUGA:Vollebak Ciptakan Jaket dengan 180 Speaker untuk Ubah Kondisi Otak Pengguna

BACA JUGA:Kebaya Jeans Jadi Tren Viral di Media Sosial, Mix and Match Tradisi

Industri K-pop banyak mengadopsi estetika hip-hop dan streetwear. Baik dalam penampilan idol maupun rapper.

Di Indonesia, sagging memang belum menjadi tren yang umum ditemui. Namun, seiring meningkatnya popularitas streetwear dan derasnya arus tren global media sosial, gaya itu mulai menarik perhatian.

Terutama bagi sebagian Gen Z. Terdapat sejumlah musisi muda dengan celana bergaya sagging. Itu memicu beragam tanggapan dari warganet.

Salah satu yang sempat menjadi perbincangan adalah rapper Tenxi. Musisi bergenre hipdut (hip-hop x dangdut) itu karyanya sempat viral. Judulnya Garam dan Madu. 


Rapper Indonesia Tenxi tampil di atas panggung dengan gaya sagging, memicu beragam tanggapan dari warganet mengenai tren fashion yang dipengaruhi budaya hip-hop.--Instagram/@tenxi

BACA JUGA:Fashion Hitam Putih, Pilihan Aman tapi Selalu Menawan

BACA JUGA:Upgrade Gaya Kamu! Trik Pakai Vest Biar Tetap Keren di Segala Suasana

Ia mengenakan celana bergaya sagging. Keputusan tersebut menuai berbagai komentar di media sosial. Baik positif maupun negatif. 

Sebagian menilai gaya tersebut sebagai bentuk eskpresi fashion. Pengaruh budaya hip-hop. Sementara sebagian lain menganggapnya negatif. Kurang sesuai dengan norma berpakaian yang umum di Indonesia.

Lebih dari tiga dekade setelah pertama kali menjadi sorotan, sagging style masih terus bertahan. Meski berkali-kali dianggap usang dan menuai kontroversi.

Perjalanan sagging menunjukkan bahwa sebuah tren fashion bukan semata soal pakaian. Melainkan juga cerminan perubahan budaya, identitas, dan cara setiap generasi mengekspresikan diri. (*)

*) Mahasiswa magang dari Prodi Sastra Indonesia, Universitas Negeri Surabaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: npr