Tak Mau Ketinggalan Trail Run yang Makin Hits? Pahami Risikonya Berikut Ini
Seorang pelari melakukan trail running di jalur pegunungan.--unsplash.com
Pembagian kategori itu didasarkan pada jarak tempuh, kenaikan elevasi, karakter medan, dan kebutuhan perlengkapan khusus.
Jalur frontcountry merupakan jalur yang relatif mudah dijangkau dan masih memiliki akses bantuan. Sedangkan, jalur backcountry berada di kawasan pegunungan atau alam liar yang lebih terpencil.
Pada jalur backcountry, bantuan lebih sulit didapat sehingga pelari membutuhkan kemampuan navigasi, manajemen risiko, serta persiapan yang lebih matang.
BACA JUGA:7 Latihan Olahraga Penting untuk Persiapan Mendaki Gunung
BACA JUGA:Uji Nyali Mendaki Merbabu Jalur Suwanting (2): Bukan Puncak, Cukup Sabana
Persiapan Maksimal, Kurangi Risiko Cedera
Berbeda dengan lari di jalan raya, trail run di gunung membuat pelari harus menghadapi medan yang tidak rata, perubahan elevasi, hingga cuaca yang dapat berubah dalam waktu singkat.
Kondisi tersebut meningkatkan risiko terpeleset, terjatuh, cedera pergelangan kaki, dehidrasi, hipotermia, bahkan tersesat apabila kurang memahami jalur yang dilalui.

JALUR berbatu dan tanah menjadi karakter khas lintasan trail running di pegunungan. --unsplash.com
Dilansir dari jurnal Sports Medicine melalui penelitian Epidemiology of Injury and Illness Among Trail Runners: A Systematic Review, cedera dan gangguan kesehatan merupakan kondisi yang umum dialami trail runner.
Cedera paling sering dialami pada kaki, lutut, tungkai bawah, paha, dan pergelangan kaki. Selain itu, pelari juga rentan mengalami luka lecet, lepuh, kram otot, keseleo ligamen, dan gangguan pencernaan yang dipicu dehidrasi.
BACA JUGA:Ini 5 Kesalahan Paling Sering Dilakukan saat Memilih Running Shoes
BACA JUGA:Rekomendasi One Day Escape dari Surabaya: Mendaki Gunung Pundak di Mojokerto, Cocok Buat Pemula
Hal lain yang meningkatkan risiko cedera adalah kebiasaan mengabaikan pemanasan, tidak memiliki program latihan yang terstruktur, atau kurang terbiasa berlari di jalur yang dipilih.
Sebelum mencoba trail run di gunung, pelari disarankan menyesuaikan rute dengan kemampuan fisik. Selain itu, menggunakan sepatu khusus yang punya daya cengkeram lebih baik juga disarankan.
Jangan lupa membawa air minum dan perlengkapan darurat, serta mempelajari karakter jalur yang akan dilalui. Pelari juga perlu mengecek prakiraan cuaca dan tidak memaksakan diri saat kondisi tubuh tidak prima.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: the mountaineers