Tak Mau Ketinggalan Trail Run yang Makin Hits? Pahami Risikonya Berikut Ini
Seorang pelari melakukan trail running di jalur pegunungan.--unsplash.com
HARIAN DISWAY - Berlari di jalan raya mungkin sudah biasa. Kini, semakin banyak pelari yang beralih ke jalur pegunungan dan hutan untuk mencari tantangan baru lewat trail run.
Medan yang menanjak dan menurun, serta track yang berhias bebatuan serta akar pohon menawarkan sensasi tidak biasa. Jauh berbeda jika dibandingkan dengan tantangan berlari di jalan beraspal.
Trail run memang memacu adrenalin dan sedang menjadi tren. Namun, di balik segala keseruan itu tersimpan risiko cedera yang tidak boleh disepelekan.
Karena jalur yang dilalui dibentuk oleh alam, bukan buatan, maka banyak rintangan yang tidak bisa diabaikan. Tanah basah, bebatuan, rumput, akar pohon, dan kejutan-kejutan alami lainnya harus diantisipasi.
BACA JUGA:Pendakian Gunung Dukono Ditutup Permanen Usai Erupsi Maut, Wisatawan Dilarang Masuk Zona Bahaya
DYNAFIT Magazine menuliskan bahwa trail run tidak selalu harus dilakukan di gunung. Selama aktivitas dilakukan di jalur alami yang bukan permukaan beraspal, aktivitas tersebut sudah termasuk trail run.
Berbeda dengan road running yang umumnya berfokus pada kecepatan, jarak, atau pace, trail running lebih mengutamakan pengalaman berlari di alam dengan kondisi lintasan yang terus berubah.
Karena medannya tidak selalu sama, pelari dituntut mampu menyesuaikan langkah, menjaga keseimbangan, serta tetap fokus selama berlari.
Selain membutuhkan stamina yang baik, olahraga ini juga mengandalkan koordinasi tubuh dan kemampuan membaca kondisi lintasan agar tetap aman saat melintasi tanjakan, turunan, maupun jalur berbatu.
BACA JUGA:Mount Everest Climbing Roleplay, Sensasi Mendaki Gunung di Game Roblox
BACA JUGA:5 Tip Mendaki Gunung untuk Pemula: Persiapan Fisik dan Mental yang Sering Diabaikan
Tantangan Jalur Gunung Berbeda-Beda

AKAR POHON di jalur trail run menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi pelari. --unsplash.com
Meski sama-sama disebut trail run, tidak semua lintasan memiliki tingkat kesulitan yang sama. Menurut The Mountaineers, jalur trail run dibagi menjadi beberapa kategori, mulai dari easy hingga advanced ultra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: the mountaineers