Bahasa Indonesia sebagai Mata Kuliah Wajib Mahasiswa, Tingkatkan Kecakapan Berbahasa di Era Digital

Bahasa Indonesia sebagai Mata Kuliah Wajib Mahasiswa, Tingkatkan Kecakapan Berbahasa di Era Digital

Bahasa Indonesia tak lagi sekadar sebagai mata kuliah wajib.- NORMAN SHUTTERS BLINDS SHADES-pinterest

HARIAN DISWAY - Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat berkomunikasi.

Kehadiran media sosial, aplikasi pesan instan, hingga berbagai platform digital. Itu semua membuat arus informasi bergerak sangat cepat. Tanpa mengenal batas wilayah.

Di satu sisi, digitalisasi memberikan kemudahan. Terutama dalam memperoleh informasi dan membangun relasi secara global.

Namun di sisi lain, derasnya arus globalisasi juga membawa pengaruh budaya asing yang semakin kuat. Termasuk dalam penggunaan bahasa sehari-hari.

BACA JUGA:Bahasa Indonesia di Hukum: Mata Kuliah Pelengkap atau Fondasi Penalaran Hukum?

BACA JUGA:Bahasa Indonesia Resmi Dipakai di Vatikan, Jadi Tonggak Sejarah Baru!

Fenomena tersebut tampak jelas pada kalangan generasi muda. Khususnya mahasiswa. Saat ini, penggunaan istilah berbahasa Inggris begitu marak.

Seperti literally, random, cringe, relate, healing, atau overthinking. Itu sudah menjadi bagian dari percakapan sehari-hari.

Bahkan muncul pula berbagai bentuk bahasa gaul. Bahasa yang sengaja dibuat tidak sesuai kaidah. Memang tidak sepenuhnya salah apabila digunakan dalam situasi informal.

Akan tetapi, ketika kebiasaan tersebut terbawa ke lingkungan akademik maupun profesional. Dampaknya, kualitas kemampuan berbahasa Indonesia jadi semakin menurun.

BACA JUGA:TKA Mulai Diterapkan untuk SD dan SMP pada 2026, Ini Alasan Fokus Matematika dan Bahasa Indonesia!

BACA JUGA:40 Ide Ucapan Selamat Tahun Baru 2026 dalam Bahasa Indonesia dan Inggris

Ironisnya, tidak sedikit mahasiswa yang mampu memahami istilah asing. Tetapi masih mengalami kesulitan ketika diminta menyusun karya ilmiah.

Banyak pula yang sulit membuat laporan penelitian. Pun, menyampaikan pendapat menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: