Akting Donald Trump yang Menggigit

Akting Donald Trump yang Menggigit

ILUSTRASI Akting Donald Trump yang Menggigit. -Arya/AI-Harian Disway-

Iran membalas. Garda Revolusi mengeklaim telah menyerang 85 situs militer AS di Bahrain dan Kuwait. Rudal dan drone diluncurkan. Kuwait mengaku berhasil mencegat 2 rudal balistik dan 13 drone Iran. Bahrain juga mengaku mencegat serangan.

Ini adalah perang yang tidak disebut perang. Tidak ada deklarasi resmi. Tapi, orang mati. Infrastruktur hancur. Selat Hormuz, jalur minyak dunia, nyaris lumpuh.

Kontradiksi yang Diperhitungkan

Trump mengatakan banyak hal. Kadang saling bertentangan.

BACA JUGA:Trump vs Paus

BACA JUGA:Trump Arok

Ia mengatakan, nota kesepahaman dengan Iran ”telah berakhir”. Ia mengatakan, tidak ada harapan untuk negosiasi. Tapi, di saat yang sama, ia mengatakan Iran ”sangat ingin” membuat kesepakatan. Ia mengatakan, perang tidak akan meletus lagi. Tapi, ia juga mengatakan, serangan akan terus berlanjut.

Kontradiksi? Tentu. Tapi, itu bukan kebodohan. Itu adalah strategi.

Trump tahu bahwa dalam negosiasi, lawan harus dibuat bingung. Lawan harus tidak tahu apakah Anda serius atau hanya menggertak. Lawan harus takut bahwa jika mereka tidak menandatangani kesepakatan, Anda akan menghantam lebih keras. Dan, di saat yang sama, lawan harus melihat bahwa ada jalan keluar: kesepakatan.

Itu adalah diplomasi ala Trump. Hancurkan dulu. Tawarkan plester kemudian. Buat lawan takut. Lalu, beri ia harapan. Itu brutal. Itu tidak adil. Tapi, itu efektif. Dan, Trump tidak peduli dengan keadilan. Ia peduli dengan hasil.

BACA JUGA:Trump Mau Apa sih?

BACA JUGA:Membaca Psikologi Politik di Balik Manuver Global Trump

Bukan Pemilu, melainkan Momentum

Banyak orang bilang, serangan itu adalah trik pemilu. Trump mau pamer kekuatan biar dapat suara.

Benar. Tapi, itu hanya bonus. Yang utama adalah sesuatu yang lebih besar: momentum global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: