Bleaching dan Hidrogen Peroksida Bisa Merusak Rambut, Kenali Risikonya Sebelum Mewarnai
Mewarnai rambut bisa memberikan tampilan baru yang segar. Namun, waspada terkait bahan-bahan kimia yang justru merusak rambut.--Pinterest
HARIAN DISWAY - Mewarnai rambut telah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang. Ada yang sekadar memberi highlight.
Ada pula yang mengubah warna rambut secara total. Namun, di balik hasil akhir yang menarik, terdapat proses kimia. Itu memengaruhi kesehatan rambut dalam jangka panjang.
Terdapat salah satu tahapan sebelum pewarnaan permanen. Yakni bleaching atau proses pemudaran warna alami rambut. Tahapan itu paling sering dilakukan.
Tahapan itu menggunakan bahan kimia. Seperti hidrogen peroksida dan amonia. Dengan tujuan menghilangkan pigmen alami rambut. Sehingga warna baru dapat menempel dengan lebih maksimal.
BACA JUGA:Bleaching dan Peroxide Ternyata Bisa Merusak Rambut, Ini Penjelasan Ahli
BACA JUGA:Rajin Gym Tapi Rambut Rontok? Ada Berbagai Faktor Penyebabnya!
Berdasarkan berbagai sumber, proses tersebut bekerja dengan membuka lapisan kutikula rambut terlebih dahulu. Kemudian pigmen buatan dimasukkan ke dalam batang rambut.

Mewarnai rambut sendiri di rumah bisa tetap aman asal bond structure rambut terlindungi sejak awal proses.-marie claire-Pinterest
Meski efektif menghasilkan warna yang diinginkan, proses itu juga melemahkan ikatan protein. Pun, mengurangi kadar kelembapan alami rambut.
Akibatnya, rambut menjadi lebih mudah kering, rapuh, dan patah. Hidrogen peroksida memiliki peran utama dalam memudarkan warna rambut.
Yakni dengan cara menghancurkan melanin, pigmen alami yang menentukan warna rambut seseorang. Sementara itu, amonia berfungsi mengembangkan batang rambut. Sehingga zat pewarna dapat masuk lebih dalam.
BACA JUGA:Tren Scalp Care Meningkat, Kulit Kepala Kini Jadi Fokus Perawatan Rambut
BACA JUGA:Ini 7 Bahan Alami yang Ampuh Atasi Rambut Rontok
Kombinasi kedua bahan tersebut memang membuat proses pewarnaan lebih efektif. Tetapi juga meningkatkan risiko kerusakan pada rambut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber