Kilas Balik Sachsenring: Determinasi Berkelas Veda Ega Pratama Amankan P8 Moto3 Jerman

Kilas Balik Sachsenring: Determinasi Berkelas Veda Ega Pratama Amankan P8 Moto3 Jerman

Momen Veda Ega Pratama di jelang garis finis Grand Prix Jerman 2026--Twitter Scherazade @ScherazadeMS

HARIAN DISWAY - Sensasi rookie Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali mengguncang panggung Moto3 2026 lewat aksi comeback spektakuler di Grand Prix Jerman.

Meski sempat terlempar ke posisi ke-13 akibat kualifikasi yang rumit dan terjebak insiden domino di lap awal, pembalap andalan Honda Team Asia ini memamerkan mentalitas baja di Sirkuit Sachsenring.

Lewat rangkaian overtake bersih dan determinasi tinggi di rombongan kedua, pembalap asal Gunungkidul tersebut sukses menembus posisi ke-8 (P8), sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu penunggang Honda NSF250RW paling menjanjikan musim ini sebelum memasuki jeda libur musim panas.

Tim balap asal Jepang, Honda Team Asia, kembali menorehkan hasil positif dan progresif lewat penampilan pembalap rookie asal Indonesia, Veda Ega Pratama. Veda berhasil mengamankan posisi finis ke-8 (P8) dalam balapan yang penuh dinamika di GP Jerman.

​Sempat mengejutkan pada sesi practice hari Jumat dengan menduduki puncak benchmark setelah mencatatkan waktu 1 menit 25.848 detik, Veda sedikit kesulitan mengembangkan kecepatan terbaiknya pada sesi kualifikasi Q2 hari Sabtu. Alhasil, ia harus puas memulai balapan utama dari P13.

BACA JUGA:Sachsenring Menjadi Saksi: Jiwa Samurai Ai Ogura Teror Papan Atas MotoGP

BACA JUGA:Klasemen MotoGP 2026 Setelah Marc Marquez Juara di Jerman, Favorit Juara Lagi!

​Memulai jalannya balapan utama dari baris belakang tidak membuat nyali pembalap asal Gunungkidul ini menciut. Veda langsung menepis keraguan lewat start yang impresif. Ia segera merangsek maju ke barisan depan sesaat setelah lampu start padam. Namun sayang, atmosfer ketat khas kelas "capung" Moto3 langsung tersaji sejak lap-lap awal.

Beberapa insiden yang melibatkan pembalap lain di dekatnya sempat mengganggu ritme balap Veda. Efek domino dari insiden tersebut membuatnya kehilangan momentum krusial, yang berakibat pada renggangnya jarak dengan rombongan terdepan (leading group).

​"Sayangnya, setelah beberapa insiden di depan saya, saya kehilangan kontak dengan kelompok terdepan. Sejak saat itu, sulit untuk mengejar mereka lagi," ujar Veda Ega Pratama.


Veda Ega Pratama, saat beraksi di balapan utama Moto3 Jerman 2026--Twitter Scherazade @ScherazadeMS

​Akibat momen tersebut, pembalap muda berbakat ini mau tidak mau harus berjibaku di rombongan kedua yang padat.

​"Di Sachsenring, tidak mudah untuk pulih setelah jaraknya melebar. Saya terus mendorong hingga akhir dan berjuang sekeras mungkin dengan kelompok kedua," tambahnya.

​Mental pantang menyerah khas Veda kembali terlihat di Sirkuit Sachsenring. Pembalap Honda Team Asia ini terus mempertahankan pace motornya dengan kuat dan konsisten sepanjang balapan. Perlahan tapi pasti, Veda melakukan beberapa aksi overtake yang krusial dan bersih untuk memperbaiki posisinya.

​Setelah aksi comeback yang solid dan penuh determinasi, Veda akhirnya menyentuh garis finis di posisi ke-8. Hasil ini memberikan tambahan poin berharga bagi tabungannya di klasemen, sekaligus menegaskan progres performa yang terus meningkat di musim pertamanya.

​"Finis di urutan kedelapan bukanlah hasil yang kami inginkan setelah kecepatan yang kami tunjukkan pada hari Jumat. Namun, ini tetap penting untuk mencetak poin dan terus belajar," Ujar Veda.

BACA JUGA:Hasil MotoGP Jerman 2026: Marc Marquez Menggila, Sempurnakan Status 'King of Sachsenring'

BACA JUGA:Duel Sengit Sachsenring: Brian Uriarte Rajai Moto3 GP Jerman 2026, Veda Pratama Melesat Masuk 8 Besar

​Jika melihat data impresif sejak hari Jumat, tim dan Veda sendiri sebenarnya sempat berharap bisa bersaing memperebutkan podium. Walaupun hasil akhir belum sesuai target podium, jalannya balapan kemarin menunjukkan dengan jelas kualitas determinasi, konsistensi, serta jam terbang Veda yang kian matang di kategori Moto3 yang terkenal sangat kompetitif.

Berdasarkan data balap Grand Prix Moto3 Jerman 2026, Veda Ega Pratama menjadi pembalap Honda ketiga dari empat pembalap Honda yang berhasil menembus posisi 10 besar tercepat. Motor NSF250RW tunggangan Veda mencatatkan kecepatan puncak (top speed) 210,9 km/jam, dengan kecepatan rata-rata selama balapan utama berada di angka 152,1 km/jam.

​Kini, jadwal MotoGP 2026 akan memasuki jeda libur musim panas selama tiga minggu. Setelah itu, para pembalap akan dihadapkan pada jadwal padat: empat seri di Eropa dan lima seri di Asia, sebelum seluruh paddock bergeser kembali ke Benua Biru sebagai penutup musim.

​Selama jeda musim panas, Manajer Tim Hiroshi Aoyama dan seluruh teknisi Honda Team Asia masih memiliki waktu untuk meningkatkan performa motor NSF250RW. Sementara itu, bagi para pembalap, jadwal latihan tertutup menggunakan motor versi jalan raya (street bike) juga sudah disiapkan guna menjaga feeling berkendara mereka.

Menjaga momentum performa positif sepanjang paruh pertama adalah tantangan nyata bagi Veda Ega Pratama. Semoga pembalap muda Indonesia ini bisa tampil lebih kuat dan konsisten pada paruh kedua nanti.(*) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: