Tunjungan Convention Center Jadi Surga Pencinta Hewan dalam Indopet-X Vol. 3: Zoorasic Attack
SCOTTISH FOLD menarik perhatian para cat pawrents dengan bentuk telinganya yang unik pada Sabtu malam, 18 Juli 2026.-Billy Reksodikromo-Harian Disway
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Indopet-X Vol.3: Zoorasic Attack mengubah Tunjungan Convention Center serupa kebun binatang khusus hewan peliharaan. Namun, ada sudut edukasi, talk show, bahkan cek kesehatan.
Gecko, burung, ular, anjing, kucing, dan ikan bersaing menarik perhatian pengunjung Indopet-X Vol.3: Zoorasic Attack. Hewan-hewan peliharaan itu sibuk bersuara dan berpolah-tingkah di tengah keramaian.
Di antara stan-stan hewan peliharaan yang dijagai "mama-papa" mereka, hadir pula para penghobi dan tenaga medis. Mereka berdiskusi sembari berbagi pengalaman dan ilmu. Salah satunya, Irfankurnia.
"Di sini, kehadiran saya termasuk sebagai bagian dari menekuni hobi sekaligus menjalin relasi," kata lelaki asal SURABAYA yang pada Sabtu, 18 Juli 2026, itu menunggui stan Max Parrot.
BACA JUGA:Tips Merawat Bulu Kucing Anggora di Cuaca Lembap agar Tetap Bersih dan Sehat
BACA JUGA:5 Hal yang Perlu Diperhatikan Jika Kucing Minum Lebih Banyak dari Biasanya, Bisa jadi Tanda Penyakit Serius
Malam itu, Irfan membawa burung macaw. Kemampuannya beradaptasi dengan suhu lingkungan negara tropis seperti Indonesia, membuat burung jenis itu banyak disukai. Selain itu, macaw juga relatif mudah menjalin ikatan emosional dengan pemiliknya.
MACAW relatif mudah dipelihara di negara tropis karena bisa menyesuaikan diri dengan suhu dan lingkungan dengan cepat. Irfankurnia bersama macaw miliknya Sabtu malam, 18 Juli 2026.-Billy Reksodikromo-Harian Disway
"Interaksi adalah hal yang paling penting. Jadi, tidak boleh asal pelihara. Harus ada interaksi setiap hari, minimal setengah jam supaya kedekatan atau bonding-nya terjaga. Jangan lupa jaga kebersihan," pesan Irfan.
Stan lain yang menarik perhatian Harian Disway hari itu adalah ikan koi. Yang banyak diperbincangkan dan dilirik adalah koi sepanjang 60-85 sentimeter milik Reza Teguh Rianto. "Gede sekali ikannya," celetuk Billy Reksodikromo, salah seorang pengunjung.
Reza tidak pelit berbagi pengalamannya kepada para pengunjung. Yang harus diperhatikan adalah padat tebar ikan dalam satu kolam. Selain itu, juga genetikanya.
BACA JUGA:Karantina Jatim Gagalkan Penyelundupan Burung Dilindungi di Tanjung Perak
"Idealnya untuk kelas penghobi, satu meter kubik air minimal diisi satu ekor ikan. Lalu, dalam menyeleksi genetik yang bagus, saya terbiasa melihat bentuk kepalanya," jelas pria yang menjaga stan Koikoiku Indonesia itu.
Kepala koi unggulan harus panjang dan lebar. Sebab, bentuk kepalanya akan menentukan pertumbuhannya. Selama pameran, menurut Reza, pengunjung paling banyak mencari koi jenis Gosanke, Kohaku, Sanke, dan Showa.
IKAN KOI masih banyak dicari. Selain karena perawatannya relatif mudah, ikan koi juga diyakini sebagai pembawa keberuntungan.-Billy Reksodikromo-Harian Disway
"Umumnya, dari pengalaman kami melayani permintaan klien, Gosanke paling tinggi peminatnya. Sebab, dari segi visual, perpaduan warna merah, putih, dan hitamnya memang sangat menarik dan menonjol," ujar Reza.
Selama 15 tahun berkecimpung dalam bisnis ikan koi, menurutnya, tantangan utamanya adalah filter air. Pemilik harus memilih media filter air yang tidak merepotkan.
BACA JUGA:Mengenal Ikan Koi Slayer: Jenis, Ciri, dan Keunggulannya
BACA JUGA:Manfaat Ikan Koi Selain Memperindah Kolam
"Kalau dari awal cara membersihkannya sudah sulit, lama-lama pemilik pasti malas. Akibatnya, kondisi kualitas air menurun, ikan jadi sakit-sakitan, lalu mati," ungkapnya.
Selain itu, karantina ikan juga tidak boleh diabaikan. Tahap itu penting untuk mencegah penularan penyakit dan memudahkan adaptasi ikan dengan parameter air baru. Dengan memisahkan ikan baru dari kawanannya, pemilik bisa memastikan bahwa ikan terbebas dari parasit, virus, atau bakteri sebelum dibaurkan.
GELAR WICARA dengan dokter hewan menjadi salah satu sesi yang dinanti-nantikan pengunjung dalam pameran tiga hari Indopet-X Vol. 3: Zoorasic Attack di Tunjungan Convention Center. -Billy Reksodikromo-Harian Disway
Selain burung dan ikan, tentu saja yang mendominas ekshibisi adalah stan kucing dan anjing. Mayoritas pengunjung membawa stroller atau pet cargo untuk kucing dan anjing mereka. Salah satu member Grup Kucing Surabaya, Eric Putera Fauzian, menarik perhatian karena mengajak serta kucing Scottish Fold kesayangannya.
Zian punya banyak video kucing Scottish Fold yang telinganya tampak seperti kuncup. Cat pawrents (sebutan orang tua kucing, Red.) dengan tujuh kucing di rumahnya itu juga menggemari kucing Munchkin yang berkaki pendek.
BACA JUGA:8 Manfaat Fisik dan Mental Memelihara Anjing
BACA JUGA:Di Tiongkok Lagi Booming Sekolah Elite Khusus Anjing, SPP-nya Bisa Tembus Rp27 Juta per Bulan
Sudah berkecimpung di dunia kucing selama lebih dari 10 tahun, warga Sidoarjo itu mengatakan bahwa setiap kucing memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: