Circular Economy: Dari Cascara Menuju Desa Sejahtera
Ilustrasi Desa --
Di sisi lain, keterlibatan mahasiswa dalam proses pendampingan mencerminkan pendidikan berkualitas melalui pembelajaran berbasis pengalaman. Sementara itu, kolaborasi antara dosen, mahasiswa, BUMDes, dan masyarakat desa menunjukkan semangat tentang kemitraan untuk mencapai tujuan, memberdayakan dan menyejahterakan masyarakat.
Model Kampus Berdampak
Dari Kandangan, kita belajar bahwa dampak besar tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Ia dapat tumbuh dari hal yang sederhana: kulit kopi yang tidak lagi dibuang, BUMDes yang mulai membangun unit usaha baru, mahasiswa yang belajar langsung dari masyarakat, dan warga desa yang perlahan menemukan nilai baru dari potensi yang selama ini ada di sekitar mereka.
Itulah makna kampus berdampak dalam praktik yang nyata. Perguruan tinggi hadir bukan sebagai menara gading yang jauh dari masyarakat, melainkan sebagai mitra yang mendengar, mendampingi, dan bekerja bersama.
Ketika pengetahuan akademik bertemu dengan kebutuhan masyarakat, limbah dapat berubah menjadi nilai tambah, dan pengabdian masyarakat dapat menjadi jalan menuju perubahan yang lebih berkelanjutan. (*)
*) Wisnu Wibowo adalah dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga
*) Muhammad Syaikh Rohman dan A. Zaki Erfanda adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: