Virus Ebola Bukan Tandingan Hanta dan Nipah

Virus Ebola Bukan Tandingan Hanta dan Nipah

ILUSTRASI Virus Ebola Bukan Tandingan Hanta dan Nipah.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

SETELAH kehebohan akibat wabah penyakit infeksi virus hanta dan virus nipah mereda, saat ini dunia sedang disibukkan oleh wabah infeksi virus ebola. Wilayah persebaran virus ebola masih terbatas di wilayah tertentu di Afrika. Namun, kewaspadaan sudah sangat tinggi lantaran kehebatan virus itu melampaui virus hanta dan nipah. 

Pada pertengahan 2026 ini, wabah ebola di Republik Demokratik Kongo telah menyerang hampir 1.900 orang dengan kematian mencapai 672 orang. Dua negara Eropa, yakni Prancis dan Jerman, juga memiliki penderita ebola  yang berasal dari daerah utama di Afrika tersebut.

Virus hanta yang bisa menular dari orang ke orang hanya satu macam, sedangkan sisanya tidak terbukti mampu berpindah antarmanusia. 

Saat ini secara formal wabah hanta yang terjadi pada kapal MV Hondius telah dinyatakan selesai. Tidak ada korban meninggal tambahan dan seluruh penumpang yang tertular telah dinyatakan sembuh dan bisa beraktivitas seperti kehidupan normalnya. 

BACA JUGA:Persebaran Virus Ebola Makin Mengkhawatirkan, Dirjen WHO Kunjungi Wilayah Terdampak di Kongo

Virus nipah, di lain pihak, terjadi berulang secara sporadis dengan angka kematian yang relatif rendah. Memang sumber utama virus itu adalah negara tetangga kita sehingga kewaspadaan untuk wilayah yang berbatasan tidak boleh dikendurkan. 

Virus ebola sudah terjadi berulang kali sejak ditemukan pada 1976 dari darah seorang biarawati Belgia yang meninggal di daerah Yambuku, Zaire. Virus yang berada dalam darah dan terpotret dengan mikroskop elektron tampak berbeda dengan semua virus yang ada, termasuk virus marburg yang menjadi tertuduh utama. 

Salah seorang tim yang mengidentifikasi kali pertama, Prof Peter Piot, yang adalah ilmuwan penyakit tropis terkemuka dunia dari Inggris berkisah bahwa virus tersebut dinamai ebola yang merupakan nama sungai di daerah Yambuku tersebut. 

Hingga saat ini wabah ebola sudah terjadi berulang kali. Namun, daerah persebaran terkonsentrasi di Afrika Barat dan Tengah. Negara utama yang memiliki kasus ebola adalah Republik Demokratik Kongo, Uganda, Zaire, Guinea, Liberia, dan Sierra Leone. 

Beberapa negara di luar Benua Afrika seperti Prancis saat ini juga mencatat adanya kasus, tetapi seluruhnya terjadi pada orang yang tertular di Afrika yang kemudian bepergian atau pulang ke negara di luar Benua Afrika tersebut. 

Wabah skala besar yang terjadi pada 2026 dan hingga saat ini belum bisa dikendalikan berpusat di enam provinsi di Kongo dan sedikit melebar ke Uganda. 

Virus ebola mempunyai 6 spesies yang berbeda, tetapi hanya 4 di antaranya yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Yang saat ini terjadi dalam skala besar di Kongo adalah spesies Budibugyo yang sebenarnya mencatat angka kematian yang relatif lebih rendah daripada spesies Zaire maupun Sudan. 

Dua spesies Ebolalain yang hanya diketahui di hewan sesungguhnya ditemukan pula di Filipina. Di Indonesia belum pernah ditemukan virus itu, baik di manusia maupun hewan.

Penularan utama virus ebola terjadi melalui cairan tubuh dan bukan melewati jalur pernapasan. Hal itu membuat kecepatan penularan tidak setinggi virus saluran pernapasan layaknya campak, SARS-CoV-2, flu burung, dan sebagainya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: