Perbedaan Jerawat dan Fungal Acne serta Cara Penanganannya
Ilustrasi penggunaan skincare untuk mengurangi jerawat. - Hanna Pad - Pexels
HARIAN DISWAY - Kelembapan udara yang tinggi dapat memicu berbagai masalah kulit. Terutama munculnya jerawat dan fungal acne.
Sekilas, kedua kondisi tersebut tampak serupa. Keduanya sama-sama ditandai dengan munculnya benjolan kecil pada kulit. Padahal, penyebab dan cara penanganannya sangat berbeda.
Dilansir berbagai sumber, faktor utama penyebabnya adalah kelembapan tinggi, keringat, dan produksi minyak berlebih.
Karena gejalanya hampir sama, banyak orang keliru memilih produk perawatan kulit. Akibatnya, kondisi kulit justru bisa semakin memburuk.
BACA JUGA:Tips Complexion Make Up Kulit Berminyak dan Berjerawat Tanpa Color Corrector, Pemula Wajib Simak!
BACA JUGA:Wajah Berjerawat? Begini Urutan Skincare Routine yang Benar
Cuaca lembap membuat tubuh memproduksi lebih banyak keringat dan minyak. Campuran minyak, keringat, sel kulit mati, serta sisa produk perawatan kulit. Itulah yang menyumbat pori-pori. Lantas memicu timbulnya jerawat.

Menjaga kesehatan kulit wajah adalah salah satu langkah awal untuk mengatasi jerawat. --Freepik Dicintai
Selain itu, kelembapan juga mempercepat pertumbuhan jamur Malassezia. Jamur itu secara alami hidup di permukaan kulit.
Jika pertumbuhannya berlebihan, dapat menyebabkan fungal acne atau folikulitis akibat jamur. Itu harus segera ditangani.
Karena sama-sama sering muncul dalam kondisi kelembapan tinggi, jerawat biasa dan fungal acne kerap disalahartikan.
BACA JUGA:3 Basic Skincare Wajib untuk Remaja, Wajah Tidak Kusam dan Jerawat Lebih Terkontrol
BACA JUGA:Cokelat Valentine Bikin Jerawatan, Fakta atau Mitos?
Tapi sangat mudah untuk dibedakan. Anda sudah tahu, jerawat biasa umumnya ditandai dengan beberapa bentuk lesi yang beragam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber