Kemarahan Mahasiswa yang Mengguncang New Delhi, Kecoak Bergerak

Kemarahan Mahasiswa yang Mengguncang New Delhi, Kecoak Bergerak

FOUNDER PARTAI KECOAK Abhijet Dipke diwawancarai media di tengah-tengah aksi di New Delhi, 20 Juli 2026.-SAJJAD HUSSAIN-AFP-

Protes mahasiswa akhirnya menjadi saluran bagi kemarahan yang selama ini tertahan.

Sehari sebelumnya, mahasiswa berusia 18 tahun, Sumit Kumar, mengatakan negaranya membutuhkan pemerintah yang mau mendengarkan suara anak muda dan bersedia memperbaiki kesalahan.

"Masalah masa depan adalah milik kami, bukan para politikus," ujarnya.

Mahasiswa lain, Shubhi Rao yang berusia 16 tahun, juga mempertanyakan kepedulian pemerintah terhadap generasi muda.

Oposisi membawa isu itu ke dalam parlemen. Sidang parlemen pada Selasa bahkan sempat ditunda setelah anggota oposisi menuntut pembahasan mengenai dugaan tindakan brutal terhadap mahasiswa.

Pemerintah tetap bertahan pada posisinya.

Menteri Urusan Parlemen Kiren Rijiju menyatakan pemerintah telah bergerak cepat setelah kebocoran soal ujian terjadi. Sejumlah orang telah ditangkap.

Ia juga mengatakan Modi telah meminta dibangun sistem yang benar-benar aman agar penyimpangan serupa tidak terulang. Permintaan itu disampaikan dalam pertemuan tertutup dengan para sekutunya pada Selasa.

Namun, hingga kini Modi belum memberikan komentar langsung mengenai demonstrasi mahasiswa tersebut.

Di tengah kebuntuan itu, satu hal terlihat semakin jelas. Persoalan pendidikan di India kini telah melampaui ruang kelas. Ia telah memasuki pusat pertarungan politik nasional. Dan selama tuntutan mahasiswa belum memperoleh jawaban, Jantar Mantar tampaknya belum akan benar-benar sepi. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: