Jember Bangun Inkubator Agribisnis, Targetkan Jadi Percontohan Nasional
Bupati Gus Fawait melihat produk hasil olahan perkebunan -Diskominfo Jember-
JEMBER, HARIAN DISWAY– Pemerintah Kabupaten Jember meresmikan Inkubator Agribisnis UKRI di Kecamatan Jenggawah, Selasa, 21 Juli 2026. Inkubator tersebut merupakan upaya pengembangan hilirisasi hasil panen.
Peresmian inkubator juga mendorong lahirnya pelaku usaha baru di sektor agribisnis. Program ini dirancang sebagai pusat kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, kementerian, dunia usaha, lembaga keuangan, hingga kelompok tani.
Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait mengatakan tantangan pembangunan sektor pertanian saat ini tidak lagi hanya berfokus pada peningkatan produksi. Menurutnya, yang jauh lebih penting adalah bagaimana hasil panen mampu diolah menjadi produk bernilai tambah sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
BACA JUGA:Home Care Jember Beroperasi 24 Jam, Didukung Telemedicine dan 1.200 Tenaga Kesehatan

Gus Fawait berharap program inkubator menjadikan Jember sebagai salah satu daerah percontohan nasional-Diskominfo Jember-
"Kami ingin hasil pertanian diproses menjadi produk bernilai tinggi yang mampu membuka lapangan kerja baru dan menggerakkan perekonomian masyarakat," ujar Gus Fawait.
Hilirisasi menjadi kunci dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat daya saing produk pertanian Jember. Karena itu, kehadiran inkubator agribisnis diharapkan mampu menjadi ruang inovasi sekaligus pendampingan bagi pelaku usaha berbasis pertanian.
Gus Fawait berharap program yang bekerja sama dengan Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) itu menjadikan Jember sebagai salah satu daerah percontohan nasional dalam pengembangan agribisnis berbasis kemitraan, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.
Dekan Fakultas Pertanian UKRI M. Arief A. Bisma menjelaskan Inkubator Agribisnis UKRI akan berfungsi sebagai pusat pendampingan terpadu bagi petani, UMKM, dan calon wirausaha muda di bidang pertanian.
BACA JUGA:Nakes Mangli Datangi Rumah Pasien, Layanan Kesehatan Jember Makin Dekat
BACA JUGA:Gus Fawait Targetkan Food Street Jember Rampung Akhir Tahun
Pendampingan dilakukan secara menyeluruh. Yakni mulai teknik budidaya, pengolahan pascapanen, pengembangan produk, akses pembiayaan, hingga strategi pemasaran.
"Fokus awal kami adalah mengoptimalkan hilirisasi komoditas jagung. Kami ingin mencetak lebih banyak agropreneur muda sekaligus memperkuat kapasitas UMKM berbasis pangan di Jember," kata Arief.
Jagung dipilih sebagai komoditas prioritas karena memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan menjual hasil panen dalam bentuk mentah.
Program inkubator agribisnis ini juga mendapat dukungan dari berbagai mitra strategis. Antara lain, Kementerian UMKM, PT Syngenta, PT YKB Merah Putih, sektor perbankan, serta kelompok tani di Kabupaten Jember.
Para petani dan pelaku UMKM diharapkan memperoleh kemudahan. Utamanya, dalam mengakses teknologi pertanian, pendampingan usaha, jaringan pemasaran, hingga sumber pembiayaan yang dapat mendukung pengembangan bisnis mereka.
Pemkab Jember optimistis kehadiran Inkubator Agribisnis UKRI akan memperkuat rantai pasok sektor pertanian sekaligus mendorong tumbuhnya industri pengolahan hasil pertanian di daerah.
Selain meningkatkan daya saing komoditas lokal, program ini diharapkan menciptakan lapangan kerja baru. Termasuk, memperkuat ekonomi kerakyatan, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif dan berkelanjutan.
Jember menargetkan sektor pertanian tidak hanya menjadi penopang produksi pangan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang mampu memberikan nilai tambah bagi petani dan pelaku UMKM. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: