Piala Dunia sebagai Kohesi Sosial

Piala Dunia sebagai Kohesi Sosial

ILUSTRASI Piala Dunia sebagai Kohesi Sosial.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Meski demikian, kohesi sosial yang dihasilkan Piala Dunia tetap memiliki tantangan. Fanatisme yang berlebihan dapat memicu pertengkaran apabila tidak disertai sikap dewasa. 

Oleh karena itu, nilai sportivitas harus selalu menjadi prinsip utama. Esensi sepak bola bukanlah mencari siapa yang paling benar, melainkan menikmati permainan sekaligus menghargai lawan.

Pada akhirnya, Piala Dunia membuktikan bahwa olahraga memiliki kekuatan sosial yang luar biasa. Ia mampu mempertemukan orang-orang yang berbeda agama, suku, bahasa, pekerjaan, bahkan kewarganegaraan dalam satu pengalaman emosional yang sama. 

Di tingkat lokal, turnamen itu memperkuat hubungan antarwarga melalui kegiatan nonton bareng, gotong royong, dan komunikasi sehari-hari. Di tingkat global, Piala Dunia menghadirkan rasa kebersamaan yang melampaui batas-batas politik dan geografis. 

Oleh karena itu, Piala Dunia layak dipahami bukan hanya sebagai pesta olahraga, melainkan juga sebagai ruang pembentukan kohesi sosial yang memperkuat solidaritas masyarakat modern. (*)

*) Purnawan Basundoro adalah guru besar sejarah Universitas Airlangga, Surabaya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: