Simsalabim Cerdaskan Kehidupan Bangsa
ILUSTRASI Simsalabim Cerdaskan Kehidupan Bangsa.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Penguatan Perpustakaan Nasional, keberlanjutan distribusi buku, serta dukungan terhadap perpustakaan sekolah, perpustakaan desa, dan taman bacaan masyarakat harus dipandang sebagai bagian dari investasi pembangunan manusia.
Setiap kebijakan anggaran semestinya disusun berdasar bukti (evidence based policy), dengan mempertimbangkan manfaat jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Amanat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa tidak akan terwujud hanya melalui slogan atau dokumen perencanaan.
Amanat itu menuntut keberpihakan nyata terhadap akses pengetahuan yang merata bagi seluruh warga negara.
Sebab, bangsa yang besar tidak hanya diukur dari kemampuannya membangun infrastruktur, tetapi juga dari kesungguhannya memastikan setiap anak, di kota maupun di pelosok negeri, memiliki kesempatan yang sama untuk membaca, belajar, dan meraih masa depan yang lebih baik.
Menghemat anggaran mungkin dapat memperbaiki neraca keuangan negara, tetapi mengurangi investasi pada literasi berisiko meninggalkan utang yang jauh lebih mahal, yakni hilangnya kesempatan mencerdaskan generasi bangsa. (*)
*) Muchammad Syuhada’ adalah dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: