Bursa Transfer F1: Williams Tikung Audi dan Alpine Demi Carlos Sainz

Bursa Transfer F1: Williams Tikung Audi dan Alpine Demi Carlos Sainz

Carlos Sainz, saat bersiap untuk balapan utama di GP Hungaria 2026--Twitter Nachez @Nachez98

HARIAN DISWAY - Williams Racing mengambil langkah manuver mengejutkan di tengah panasnya bursa transfer Formula 1 2027. Demi memagari Carlos Sainz dari godaan proyek ambisius Audi dan Alpine, tim yang bermarkas di Grove tersebut dilaporkan menyodorkan nilai kontrak fantastis mencapai $30 juta (sekitar Rp542,1 miliar) per musim.

Angka raksasa yang dilengkapi klausul bonus performa ini tak hanya menegaskan peran krusial Sainz dalam memandu pengembangan jet darat FW48, tetapi juga berpotensi mengubah peta kekuatan serta peta transfer paddock F1 menjelang paruh kedua musim.

Awal Juli Lalu, santer dikabarkan bahwa perwakilan Audi F1 dan Carlos Sainz telah menggelar pertemuan tertutup di Inggris, bertepatan dengan gelaran GP Silverstone. Pertemuan tersebut berfokus pada potensi kepindahan pembalap berusia 31 tahun itu ke Audi F1 pada 2027.

​Tak mau kalah, Alpine F1, tim yang bermarkas di Enstone, Inggris, juga melakukan pendekatan untuk menggoda Carlos Sainz agar mau mengisi kokpit mobil A525 pada musim 2027.

​Pasca GP Silverstone, Sainz sempat menyatakan bahwa belum ada pembicaraan terkait masa depannya bersama Williams untuk musim depan.

BACA JUGA:Masalah Start George Russell di GP Hungaria: Menyingkap Rumitnya Mesin F1 2026

BACA JUGA:Drama F1 GP Hungaria 2026: Papaya Rules McLaren Picu Kontroversi Norris vs Piastri!

​Kondisi tersebut membuat paddock F1 sempat mengaitkan rencana kepergian pembalap asal Madrid, Spanyol, itu di akhir musim dengan nama Yuki Tsunoda yang dipandang sebagai kandidat potensial pengganti Sainz di Williams, terlebih perwakilannya dikabarkan sudah menjalin komunikasi dengan tim tersebut.

Namun, seusai GP Hungaria akhir pekan lalu, paddock F1 dikejutkan oleh kabar bahwa Williams telah menyodorkan tawaran senilai $30 juta (sekitar Rp542,1 miliar) per musim kepada Carlos Sainz.

​Tak hanya nilai gaji yang fantastis, Williams juga menyertakan klausul bonus berbasis performa di luar nilai kontrak utama, demi menahan Sainz bertahan di Grove untuk dua tahun ke depan.


Carlos Sainz, saat di Paddock GP Hungaria 2026--Twitter Ruben Canales @RubCanales

​Sejumlah pihak di paddock F1 meyakini bahwa angka yang disodorkan Williams tersebut telah melampaui nilai kontrak para pembalap papan atas di grid Formula 1 musim 2026.

​Dengan munculnya tawaran kontrak baru dari Williams ini, opsi dari Audi dan Alpine tampaknya akan tetap tersimpan di atas meja dan belum akan dibuka oleh Carlos Sainz.

​Sejak bergabung dengan Williams pada 2025, Carlos Sainz memang belum pernah mencicipi podium dan hanya mampu finis di peringkat kesembilan klasemen akhir 2025. Kemenangan terakhir yang dicatatkannya terjadi pada GP Meksiko 2024, saat ia masih berseragam Scuderia Ferrari.

BACA JUGA:Resmi! F1 Pulang ke Sepang: Bahrain Tanggung Biaya, Malaysia Jadi Tuan Rumah

BACA JUGA:Ironi Telemetri F1: Ketika 0,03 Detik Merampas Peluang Podium Kimi Antonelli

Hingga paruh pertama musim 2026, Sainz masih kesulitan memaksimalkan performa mobil Williams FW48. Meski sudah disokong mesin dan gearbox dari Mercedes, jet darat tersebut belum mampu menandingi kecepatan Audi, Alpine, maupun Aston Martin pada GP Hungaria kemarin.

​“Saya berusaha menjaga semangat tetap positif. Sebab, jika saya hanya mengkritik dan terus membicarakan betapa sulitnya situasi ini, hal itu tidak akan membuahkan hasil,” ujar Carlos Sainz usai balapan di GP Hungaria.

​“Saya mencatat semua hal yang perlu ditingkatkan saat rapat tim, dan kita lihat saja bagaimana kita akan melangkah maju,” pungkasnya.

​Pernyataan tersebut kembali menegaskan betapa krusialnya peran Carlos Sainz bagi Williams, dalam memandu pengembangan performa mobil FW48.

​Kini, berbekal kepastian tawaran kontrak baru untuk Sainz, fokus perhatian tertuju pada bagaimana para insinyur dari Grove merancang paket pembaruan (upgrade) FW48 saat kejuaraan memasuki paruh kedua musim.(*) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: