The Odyssey Buktikan Casting Inklusif Tetap Diterima Penonton
The Odyssey, syutingnya menggunakan elemen asli. Termasuk laut lepas dan kuda Troya sungguhan.-Universal Pictures-
Perdebatan mengenai The Odyssey mencuat setelah Elon Musk ikut angkat bicara. Ia mengomentari pilihan pemeran dalam film Christopher Nolan itu.
Musk mengkritik keputusan menghadirkan aktris peraih Oscar Lupita Nyong'o sebagai Helen of Troy. Sekaligus saudara kembarnya Clytemnestra.
Ia juga menyoroti keterlibatan aktor transgender Elliot Page. Dalam The Odyssey, ia berperan sebagai prajurit Yunani Sinon.
BACA JUGA:Waduh! Robert Pattinson Tak Mengenali Zendaya Saat Syuting The Odyssey
BACA JUGA:Usai The Odyssey, Christopher Nolan Butuh Jeda 3 Tahun untuk Film Baru
Menurut Musk dan sejumlah pengguna media sosial, pilihan tersebut dianggap tidak sesuai dengan latar sejarah Yunani kuno.
Bahkan, Musk menuduh Nolan telah kehilangan integritas artistiknya. Karena mengikuti tuntutan keberagaman dalam proses casting.
Namun, pandangan tersebut mendapat banyak penolakan. Dalam beberapa tahun terakhir, praktik casting lintas ras semakin lazim diterapkan.
Baik di panggung teater Shakespeare maupun serial televisi populer. Seperti Bridgerton dan Game of Thrones.
BACA JUGA:Ulasan Film The Odyssey: Bagi Odysseus, Tempat Pulang itu Bernama Penelope
BACA JUGA:Bucin Maksimal! Tom Holland Akui Terima Peran Telemachus di The Odyssey Demi Zendaya
Di sisi lain, Peter Brook sejak lama menolak istilah colour-blind casting. Tapi lebih menyukai konsep colour-rich.

ODYSSEUS dalam The Odyssey tak hanya berperang melawan musuh, tapi juga berusaha berdamai dengan dirinya sendiri. The Odyssey tayang serentak di bioskop mulai 15 Juli 2026.-Universal Pictures-People
Konsep itu memandang keberagaman sebagai kekayaan. Itulah yang justru memperkuat sebuah pertunjukan.
Menurut Brook, setiap aktor membawa pengalaman budaya dan perspektif berbeda. Masing-masing mampu memperkaya karakter yang diperankannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: financial times