The Odyssey Buktikan Casting Inklusif Tetap Diterima Penonton
The Odyssey, syutingnya menggunakan elemen asli. Termasuk laut lepas dan kuda Troya sungguhan.-Universal Pictures-
Karena itu, keberagaman bukan sesuatu yang harus diabaikan. Melainkan dihargai sebagai bagian dari kehidupan.
BACA JUGA:The Odyssey Sajikan Kisah Intens Nonlinear selama Hampir Tiga Jam dengan Visualisasi 100 Persen IMAX
BACA JUGA:The Odyssey Diprediksi Raup Rp3,2 Triliun di Pekan Perdana, Pecahkan Rekor Nolan Sendiri
Meski perdebatan masih berlangsung, respons penonton menunjukkan hasil berbeda. Apalagi terbukti film The Odyssey sukses besar di bioskop dunia.
Berdasarkan laporan Variety, film tersebut telah meraih pendapatan lebih dari 727 juta dolar AS secara global.
Terdiri atas sekitar 407 juta dolar AS di Amerika Serikat. Kemudian 320 juta dolar AS didapatkan dari pasar internasional.
Sementara itu, survei Economist/YouGov menunjukkan isu casting lintas ras masih memecah opini publik.
BACA JUGA:Matt Damon Turun 16Kg demi The Odyssey, Sebut Ini Film Tersulit
BACA JUGA:5 Fakta The Odyssey, Mahakarya Christopher Nolan yang Sempat Diprotes Elon Musk
Sebanyak 48 persen responden di Amerika Serikat menilai pemeran dari ras berbeda tidak tepat memerankan karakter dengan latar etnis lain. Bahkan di kalangan lulusan perguruan tinggi, angkanya masih mencapai 47 persen.

Lupita Nyong'O dalam film The Odyssey memerankan Helen of Troy dan kakaknya.-Universal -
Di sisi lain, Elon Musk mengumumkan bahwa platform AI miliknya, Grok, akan membuat versi The Odyssey yang berbeda.
Menurut Musk, versi itu diklaim lebih akurat secara historis. Dan akan lebih setia pada karya Homer tersebut.
Namun, faktanya film Christopher Nolan tersebuf meraih sukses besar. Itu menunjukkan banyak hal menarik.
BACA JUGA:Christopher Nolan Ungkap Proses Syuting The Odyssey, Terinspirasi Oppenheimer
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: financial times