Universitas Mengajar Kepemimpinan, tetapi ’Kampus Kehidupan’ yang Mencetak Pemimpin
ILUSTRASI Universitas Mengajar Kepemimpinan, tetapi ’Kampus Kehidupan’ yang Mencetak Pemimpin.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Pada akhirnya, kepemimpinan adalah perjalanan seumur hidup untuk terus menjadi manusia yang lebih matang. Universitas dapat membuka pintu pengetahuan. Seminar dapat memperluas wawasan. Pelatihan dapat memperkaya keterampilan.
Namun, tidak satu pun di antaranya mampu menggantikan jam terbang yang diperoleh dari pergulatan hidup yang penuh tekanan.
Seorang pemimpin sejati tidak dibentuk oleh seberapa banyak sertifikat yang menghiasi dinding kantornya, tetapi oleh seberapa sering ia bangkit setelah jatuh, seberapa teguh ia mempertahankan integritas ketika kompromi terasa lebih mudah, dan seberapa besar keberaniannya memikul tanggung jawab ketika orang lain memilih menghindar.
Oleh karena itu, sejarah tidak pernah mengenang siapa yang paling banyak mengikuti pelatihan kepemimpinan. Sejarah hanya mengingat mereka yang, di tengah kesulitan dan ketidakpastian, tetap memilih memimpin.
”Pemimpin tidak dibentuk oleh ruang kelas, tetapi oleh ruang kehidupan.” (*)
*) Sukarijanto adalah pemerhati kebijakan publik dan analis di Lembaga Kajian Economics, Enterpreneurship, & Leadership.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: