3 Titik Api Jadi Kendala Pemadaman Kebakaran Bromo

3 Titik Api Jadi Kendala Pemadaman Kebakaran Bromo

Petugas memadaham api di kawasan Dingklik, Bromo Selasa 11 Agustus 2026-Mahmud Fauzi for Disway-

MALANG, HARIAN DISWAY-Penanganan kebakaran Hutan dan Lahan di kawasan Bromo terus berlangsung hingga Selasa 11 Agustus 2026. 

Hingga Selasa pagi, tercatat kebakaran di kawasan yang masuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) itu telah mencapai 899,38 hektare. 

Tim pemadam gabungan dari unsur BNPB, BPBD lintas daerah, TNI, Polri, Polhut, hingga relawan mengakui, selain faktor cuaca, munculnya titik api yang berbeda membuat proses pemadaman tak bisa dilakukan secara cepat. 

Tercatat ada tiga titik api yang membakar kawasan Bromo. Yakni kawasan Wantangan, Dingklik-Pakis Bincil, dan Argowulan. 

BACA JUGA:Penyebab Kebakaran Gunung Bromo Diduga Kelalaian Manusia, Luas Area Terdampak Capai 742 Hektare

BACA JUGA:Kebakaran Bromo Capai 520 Hektar, Pakar IPB Bongkar Kesalahan Fatal Strategi Pemadaman

Watangan menjadi area terdampak paling luas dengan 817 hektare. Kawasan ini pula yang menjadi titik awal munculnya kobaran api sejak Senin 3 Agustus lalu.

Sementara untuk Dingklik-Pakis Bincil, kobaran api dilaporkan baru terjadi pada Minggu 9 Agustus. Sementata Argowulan baru dilaporan mengalami kebakaran pada Senin kemarin. 

Ketua Tim Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim Muhammad Amrul mengatakan, hingga Selasa siang, kobaran api di kawasan Argowulan Probolinggo tak berhasil dipadamkan oleh tim penanganan udara melalui water bombing.

”Dan saat ini tim Helikopter diarahkan untuk pemadaman di wilayah Dingklik,” kata Amrul saat dikonfirmasi Harian Disway, Selasa pukul 13.20 WIB. 

Meski telah padam, Amrul mengatakan tim lapangan tetap memastikan untuk mengecek secara update wilayah-wilayah yang sempat terbakar. Karena bulan tidak mungkin titik api, bisa kembali muncul. 

Saat ini selain proses pemadaman, tim di lapangan juga terus melakukan pembahasan kepada area-area terdampak. Tujuannya tak lain, memastikan api tak kembali mengamuk. 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada update mengenai persentase mengenai api yang berhasil dipadamkan oleh tim gabungan. Sulitnya medan dan angin yang berembus kencang membuat kepastian kapan api bakal padam susah diprediksi. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: