Serangan Drone Ukraina Hantam Kilang Minyak Rusia, 13 Orang Tewas
Kebakaran terlihat di kawasan industri Nizhnekamsk, Tatarstan, Rusia, setelah serangan drone Ukraina, Senin, 10 Agustus 2026.--Telegram
HARIAN DISWAY – Sedikitnya 13 orang, termasuk seorang anak, tewas dan puluhan lainnya terluka setelah serangan drone Ukraina menghantam Kota Nizhnekamsk di Republik Tatarstan, Rusia, Senin, 10 Agustus 2026.
Serangan tersebut menargetkan fasilitas minyak strategis sekaligus mengenai area sipil di kota yang berjarak sekitar 1.200 kilometer dari perbatasan Ukraina.
Otoritas Tatarstan mengatakan sedikitnya 39 orang terluka dalam serangan tersebut. Namun, laporan lain menyebut jumlah warga yang mendapat perawatan medis mencapai 75 orang, dengan 21 di antaranya harus menjalani rawat inap.
Militer Ukraina mengonfirmasi bahwa kilang minyak TANECO menjadi salah satu sasaran serangan.
Kilang tersebut merupakan salah satu fasilitas pengolahan minyak terbesar dan paling maju di Rusia serta dimiliki perusahaan Tatneft.
BACA JUGA:Rusia Terus Gempur Kyiv dengan Drone dan Rudal, Zelenksyy: Bantuan Patriot Bisa Selamatnya Nyawa
BACA JUGA:Stok Patriot Terus Menipis, Ukraina Gagal Cegat 24 Rudal Balistik Rusia
Kepala Tatarstan Rustam Minnikhanov mengecam serangan tersebut sebagai tindakan "barbar". Ia mengatakan sebuah asrama turut terkena serangan drone dan menetapkan hari berkabung di wilayah tersebut.
Konsulat Uzbekistan di Kazan mengatakan sedikitnya tujuh dari 13 korban tewas merupakan warga negara Uzbekistan. Sebagian korban dilaporkan berada di sebuah asrama pekerja ketika serangan terjadi.
Komite Investigasi Rusia menyatakan fasilitas industri dan warga sipil yang "tidak memiliki hubungan" dengan kegiatan militer turut terkena serangan.
Rusia kemudian membuka penyelidikan pidana dan mengklasifikasikan serangan tersebut sebagai "aksi terorisme".
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah mencegat lebih dari 450 drone Ukraina yang terbang di atas wilayah Rusia dan Crimea dalam semalam.
BACA JUGA:Perang Iran Kuras Stok Rudal, Pentagon Desak Industri Pertahanan AS Percepat Produksi Senjata
BACA JUGA:Perdamaian Gaza-Timur Tengah Terganjal di Yerusalem: Netanyahu Tolak Trump
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: