Brian May Nilai AI Tak Dibutuhkan, Soroti Ancaman Pembangunan Pusat Data di Inggris

Brian May Nilai AI Tak Dibutuhkan, Soroti Ancaman Pembangunan Pusat Data di Inggris

Brian May menyoroti soal AI dan dampak pembangunan pusat data di Inggris.-PA Wire-The Standard


Brian May mengimbau masyarakat sadar bahwa mereka sebetulnya tidak membutuhkan AI.-PA Wire-The Standard

Pernyataan gitaris Queen itu menambah panjang daftar perdebatan mengenai pemanfaatan AI di industri kreatif.

Sejumlah musisi memiliki pandangan berbeda mengenai kehadiran teknologi tersebut. Seperti yang dilakukan Linda Perry, vokalis 4 Non Blondes pada Mei 2026 silam.

Dia justru mengajak para seniman menerima AI sebagai alat bantu baru. Itu disampaikannya saat menerima penghargaan khusus internasional di ajang Ivor Novello Awards 2026.

BACA JUGA:Siapa Sebenarnya Pencipta Kecerdasan Buatan (AI)?

BACA JUGA:Menyongsong Agentic AI: Peluang dan Tanggung Jawab di Era Baru Kecerdasan Buatan

Perry menyebut AI hanyalah teknologi yang dapat mempermudah pekerjaan manusia. Lalu mengibaratkan AI seperti kehadiran oven microwave.

Alat itu pada masa lalu sempat dianggap akan mengubah cara memasak secara drastis. Menurutnya, kekhawatiran tersebut tidak sepenuhnya terbukti.

Sehingga AI sebaiknya dipandang sebagai bagian dari masa depan yang perlu dihadapi. Sementara itu, produser musik elektronik Nia Archives memiliki pandangan berbeda.

Saat peluncuran Mercury Prize pada Juli lalu, dia menilai musik yang dihasilkan AI kemungkinan hanya menjadi tren teknologi sesaat. Tidak akan bertahan lama. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: the standard