Brian May Nilai AI Tak Dibutuhkan, Soroti Ancaman Pembangunan Pusat Data di Inggris

Brian May Nilai AI Tak Dibutuhkan, Soroti Ancaman Pembangunan Pusat Data di Inggris

Brian May menyoroti soal AI dan dampak pembangunan pusat data di Inggris.-PA Wire-The Standard

HARIAN DISWAY - Gitaris Queen Brian May menyatakan manusia tidak membutuhkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Dilansir The Standard, dia pun memperingatkan dampak pembangunan pusat data terhadap lingkungan di Inggris. Musisi 79 tahun itu menyampaikan pandangannya melalui unggahan di Instagram.

Sebelumnya, May mencoba menggunakan Meta AI untuk membuat ulang sampul album The Game milik Queen. Album itu dirilis pada 1980.

Hasil yang ditampilkan AI tersebut justru membuatnya mempertanyakan arah perkembangan teknologi tersebut.

BACA JUGA:Kecerdasan Buatan Dituding Bikin Manusia Makin Tidak Cerdas: Pekerjaan Kian Ringan, Otak Ikut Kosong

BACA JUGA:Ketika Kecerdasan Buatan Mulai Mengisi Ruang Sepi Manusia: Indonesia Lebih Terbuka Pada ’’Pacar AI’’


Gitaris Queen Brian May saat tampil dalam sebuah acara. Ia menyoroti bahaya AI dan dampak pembangunan pusat data di Inggris.-@queen-Facebook

Dalam unggahannya, Brian May menyindir kemampuan AI. Ia mengatakan bahwa teknologi itu kelak mungkin akan menguasai dunia.

Namun, menurutnya, saat ini merupakan waktu yang tepat. "Manusia harus segera menyadari bahwa mereka sebenarnya tidak membutuhkan AI," tulis Brian May.

Ia juga mengkritik pembangunan pusat data yang menjadi bagian dari infrastruktur AI. Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut dapat merusak lingkungan.

Juga keindahan alam Inggris. Sebagaimana yang, menurut pandangannya, telah terjadi di Amerika Serikat.

BACA JUGA:Seni di Antara Manusia dan Kecerdasan Buatan

BACA JUGA:Kasus Jeffrey Epstein, ’’Makanan Baru’’ Kecerdasan Buatan: Ciptakan Kepalsuan Meyakinkan dalam Hitungan Detik

May bahkan meminta tokoh politik Andy Burnham untuk mengambil tindakan. Dalam pesannya, ia mendesak agar pembangunan pusat data dihentikan. Sebelum dampaknya menjadi semakin besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: the standard