Kontroversi Ha Young, Proyek Lee Je-hoon Ikut Terdampak
Poster pengumuman SBS drama There Is a Chance of Winning yang diperankan Lee Je-hoon dan Hayoung.-SBS-
Belakangan, catatan sejarah yang mencantumkan nama Ahn Sang-ho sebagai anggota dewan Daejeong Chinmokhoe pada 1916 kembali menjadi sorotan.
Organisasi tersebut dikenal memiliki keterkaitan dengan kelompok pro-Jepang. BISTUS Entertainment agensi yang menaungi Ha Young angkat bicara.
Agensi itu semula menyebut tudingan tersebut tidak berdasar. Kemudian mengubah pernyataan. Lalu meminta maaf setelah melakukan verifikasi lebih lanjut.
BACA JUGA:Sinopsis Our Sticky Love, Rahasia Jung Hae In Demi Lindungi Jaksa Amnesia
BACA JUGA:Lee Je Hoon Comeback! Simak Sinopsis Drakor The Art of Negotiation yang Tayang Malam Ini
“Setelah melakukan verifikasi lanjutan, kami memastikan bahwa Ahn Sang-ho, buyut Ha Young, memang tercatat sebagai anggota dewan Daejeong Chinmokhoe pada 1916,” ujar pihak agensi.
Mereka juga menyampaikan kondisi sang aktris. “Ha Young saat ini sedang berada dalam situasi yang sangat berat,” katanya.
Di tengah berita kontroversi buyutnya mencuat, Ha Young tetap menjalani syuting There Is a Chance of Winning sesuai jadwal. Tim produksi belum memutuskan penghentian syuting maupun pergantian pemeran.
“Sebagian besar proses syuting telah selesai,” kata tim produksi SBS dikutip Soompi. Mereka menambahkan, “Kami mengetahui masalah tersebut dan terus memantau perkembangannya.”

Tiga lawan main Lee Je-hoon. Dari kiri: Cho Jin-woong (The Second Signal, 2026), Lee Na-eun (Taxi Driver, 2021), Ha Young (There Is a Chance of Winning, 2027/TBA).-OSEN-
BACA JUGA:8 Drakor yang Tayang Maret 2025: IU dan Park Bo Gum Comeback, Lee Je Hoon Punya Rambut Baru!
BACA JUGA:7 Rekomendasi Drakor Lee Je Hoon yang Bakal Fan Meeting di Jakarta
Kondisi itu mengingatkan pada pengalaman Je-hoon dalam Taxi Driver pada 2021. Diberitakan Chosun Daily, Lee Na-eun yang semula menjadi salah satu pemeran utama harus digantikan Pyo Ye-jin.
Sebab, Lee Na-eun terseret kontroversi perundungan. Keputusan tersebut membuat tim produksi melakukan syuting ulang sejumlah besar adegan.
Masalah serupa juga terjadi pada proyek The Second Signal (2026), yang telah menyelesaikan seluruh proses syuting.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber