ASDP Perkuat Konektivitas, Percepat Distribusi Bantuan Gempa NTT
ASDP memaksimalkan jalur penyeberangkan untuk memudahkan distribusi bantuan kemanusiaan -ASDP-
JAKARTA, HARIAN DISWAY – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat peran konektivitas penyeberangan untuk mendukung percepatan distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Langkah tersebut diwujudkan melalui keberangkatan KMP Ile Labalekan dari Pelabuhan Bolok, Kupang, menuju Pelabuhan Nangakeo, Ende, Minggu, 16 Agustus 2026 pukul 22.05 WITA.
Kapal menempuh jarak sekitar 155 mil laut dengan estimasi waktu perjalanan 18 jam. KMP Ile Labalekan membawa berbagai kebutuhan tanggap darurat sekaligus personel untuk mendukung penanganan dampak gempa di Kabupaten Ende.
Bantuan tersebut merupakan kolaborasi pemerintah, BUMN, dan sejumlah pemangku kepentingan. Antara lain, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, BNPB Provinsi NTT, BPTD Kelas II Provinsi NTT, BPJN Kementerian PUPR, Polda NTT, Kementerian ESDM, ASDP, Pelindo, Bulog, Telkom, dan PLN.
BACA JUGA:Pengguna Ferizy Tembus 4 Juta, ASDP Perkuat Digitalisasi Layanan Penyeberangan

Bantuan kemanusiaan diangkut menggunakan KMP Ile Labalekan -ASDP-
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan konektivitas antarpulau memiliki peran strategis dalam kondisi tanggap darurat. Jalur penyeberangan menjadi salah satu sarana penting untuk memastikan bantuan dapat dimobilisasi secara cepat dan terkoordinasi.
“ASDP siap mengambil peran melalui konektivitas penyeberangan agar bantuan kemanusiaan dapat segera bergerak menuju wilayah yang membutuhkan,” ujar Heru.
KMP Ile Labalekan membawa tenda, karpet, perlengkapan medis dan obat-obatan, sembako, makanan dan minuman ringan, serta genset. Sejumlah 92 orang ikut dalam pelayaran tersebut. Mereka terdiri atas tiga dokter, petugas dari sejumlah instansi, serta satu pleton Brimob Polda NTT.
Dari sisi kendaraan, kapal mengangkut dua unit Golongan II R-2, enam unit Golongan IV Penumpang, dan 10 unit Golongan IV Barang. Kemudian, dua unit Golongan V Penumpang, enam unit Golongan V Barang, satu unit Golongan VI Barang, dan lima unit Golongan VII.
BACA JUGA:Enam Pelabuhan ASDP Terapkan Standar Keselamatan Baru
BACA JUGA:ASDP Naikkan Standar Keselamatan, Berlakukan Sterilisasi Penuh di 6 Pelabuhan Ini!
Operasional Disesuaikan
ASDP juga menyesuaikan operasional penyeberangan dengan kondisi keselamatan pelayaran pascagempa. Berdasarkan Maklumat Pelayaran Kepala KSOP Kupang tertanggal 15 Agustus 2026, sejumlah pelayaran pada 15–16 Agustus mengalami penundaan sebagai langkah preventif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: