BI Tahan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen, Sudah 3 Bulan Berturut-turut

BI Tahan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen, Sudah 3 Bulan Berturut-turut

Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menegaskan proses pengisian jabatan Gubernur BI definitif akan mengikuti mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Bank Indonesia.-dok disway-

Pertumbuhan ekonomi nasional antara lain ditopang stimulus fiskal pemerintah, belanja pegawai, serta pelaksanaan sejumlah program prioritas, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kredit Perbankan Tumbuh 13,58 Persen

Ketahanan sektor keuangan nasional juga masih terjaga. Hal itu tercermin dari pertumbuhan penyaluran kredit perbankan yang terus menguat.

Pada Juli 2026, penyaluran kredit perbankan tumbuh 13,58 persen (yoy). Angka tersebut meningkat dibandingkan pertumbuhan pada Juni 2026 yang berada di level 12,67 persen.

BACA JUGA:Perry Warjiyo Mengundurkan Diri, Ekonom: Siapapun Pemimpin BI Akan Sulit Perkuat Rupiah Saat Ini

BACA JUGA:Bank Sentral Indonesia Harus Independen, Dahlan Iskan Kenang Langkah Berani B.J. Habibie Perkuat Rupiah

Kinerja kredit tersebut turut didukung bauran kebijakan BI, termasuk Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang diarahkan kepada sektor-sektor prioritas.

Dari sisi stabilitas harga, kondisi inflasi domestik juga masih terkendali.

Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juli 2026 tercatat 2,88 persen (yoy), turun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 3,34 persen.

Angka tersebut masih berada dalam sasaran inflasi BI. Kondisi tersebut didukung inflasi inti yang tetap terjaga serta penurunan tekanan harga pangan bergejolak (volatile food), terutama seiring berlangsungnya musim panen hortikultura.

BI Target Ekonomi Tumbuh hingga 5,7 Persen

BI memastikan kebijakan moneter akan terus dipadukan dengan kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas.

Melalui bauran kebijakan yang bersifat pro-growth dan pro-stability, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 tetap berada dalam kisaran 4,9 persen hingga 5,7 persen.

Bank sentral juga akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah berbagai risiko global.

Keputusan mempertahankan BI-Rate 5,75 persen menjadi bagian dari strategi BI untuk menjaga stabilitas rupiah dan inflasi, sekaligus memastikan momentum pertumbuhan ekonomi domestik tetap terjaga. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: