Operasi Hancur-hancuran

Operasi Hancur-hancuran

ILUSTRASI Operasi Hancur-hancuran.-Arya/AI-Harian Disway-

Pesan Teheran sangat terang. Kalau Washington bisa menggambar ulang peta dunia sesuka hati, Iran juga bisa memilih bagian AS yang paling terasa Teheran.

Tapi, ini bukan sekadar humor gelap di media sosial. Di balik klaim peta itu, ada rudal balistik sungguhan, blokade militer, dan ribuan kontainer yang tertahan di tengah samudra.

Selat Lumpuh, Logistik Pingsan

Dua rudal balistik meluncur dari tanah Iran ke arah UEA. Satu rudal jatuh menghantam perairan teritorial UEA. Sirene bahaya meraung-raung. Ribuan warga panik berhamburan mencari perlindungan.

Iran membantah keras keterlibatannya. Tapi, dalam doktrin perang modern, dentuman rudal selalu terdengar jauh lebih nyaring daripada diplomasi di meja makan.

Keesokan harinya, UEA mengambil keputusan drastis. Seluruh hubungan perdagangan dan transaksi keuangan dengan Iran dihentikan total. Keran ekonomi yang selama ini menjadi paru-paru utama Teheran resmi dikunci rapat. UEA mengambil langkah itu bukan karena takut pada gertakan Washington, melainkan karena rumah mereka sendiri sudah kejatuhan rudal.

Mati lemas.

Seketika Selat Hormuz melumpuh. Lalu lintas kapal komersial merosot tajam, tersisa 10 persen dari kondisi normal.

Urat nadi energi dunia yang biasanya riuh sepadat jalan tol itu mendadak sepi bagai kuburan. Tanker tidak berani melintas. Perusahaan asuransi maritim mematikan kalkulator risiko. Harga minyak dunia pun merangkak naik tanpa kendali.

Iran menegaskan bahwa selat itu adalah harga mati kedaulatan mereka. Wakil menteri luar negeri Iran menyebut Trump sedang tidur dalam fantasi. Selat Hormuz telah, sedang, dan akan tetap milik Iran. Syarat pembukaan selat diajukan: blokade dibuka, aset yang dibekukan dicairkan, sanksi minyak dicabut, dan gertakan militer dihentikan.

Washington enggan mengalah. Teheran pantang mundur. Kedua pihak saling kunci.

Krisis Pasokan Kapal Induk

Di saat bersamaan, pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Bahrain dihantam serangan presisi. Itu bukan pangkalan pameran. Itu pusat logistik utama armada Teluk yang sudah beroperasi puluhan tahun. Hancur lebur.

Urat nadi pasokan militer AS di Teluk terputus seketika. Washington pusing tujuh keliling mencari rencana B. Operasi logistik terpaksa dialihkan ke Pulau Diego Garcia yang jaraknya ribuan mil di tengah Samudra Hindia.

Dampaknya fatal. Kapal induk USS Abraham Lincoln mengalami krisis pasokan bahan makanan. Sanitasi kapal memburuk. Kesehatan mental para prajurit terganggu parah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: