Prabowo Luncurkan PLTS 100 GWp, Target Rampung dalam Tiga Tahun

Prabowo Luncurkan PLTS 100 GWp, Target Rampung dalam Tiga Tahun

Presiden Prabowo Subianto saat meluncurkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp, Selasa, 25 Agustus 2026.--YouTube Sekretariat Presiden

HARIAN DISWAY – Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 Gigawatt peak (GWp) pada Selasa, 25 Agustus 2026. Pemerintah menargetkan program tersebut dapat rampung dalam tiga tahun atau tepatnya pada tahun 2029.

Peluncuran program itu diawali dengan pembangunan 14 PLTS. Lokasinya tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau.

Sebanyak 14 PLTS tersebut memiliki kapasitas total 5,3 GWp. Proyek itu menjadi tahap awal dari target pembangunan PLTS 100 GWp yang dicanangkan pemerintah.

“Pada sore hari ini, Selasa 25 Agustus 2026. Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini secara resmi saya luncurkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya 100 Gigawatt peak, diawali dengan 14 PLTS di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau, berkapasitas total 5,3 Gigawatt peak,” ujar Prabowo.

BACA JUGA:47 PLTS Baru Beroperasi, 5.383 Rumah Tangga di Wilayah 3T Kini Nikmati Listrik Lebih Lama

BACA JUGA:PLTS GWp Bali Diresmikan, Bahlil: Bisa Hemat Subsidi Energi Hingga Rp73,9 Triliun

Prabowo kemudian membandingkan target PLTS tersebut dengan kapasitas pembangkit listrik Indonesia saat ini. Menurutnya, seluruh pembangkit dari berbagai sumber energi menghasilkan sekitar 88 GW.

“Untuk sebagai bayangan bahwa seluruh listrik Indonesia sekarang 88 Gigawatt dari batubara, dari minyak, dari gas, dari geothermal, semua itu 88 Gigawatt,” ujarnya.

Dengan target PLTS mencapai 100 GWp, Prabowo ingin kapasitas tersebut dapat dibangun dalam waktu tiga tahun.

“Kita akan membangun 100 Gigawatt. Dan kita tidak main-main. Target kita adalah 100 Gigawatt dalam tiga tahun (2029,Red),” ujar Prabowo.

BACA JUGA:Pertamina Pasang PLTS di Kapal Pengangkut Minyak, Pangkas Emisi 79 Ton Karbon per Tahun

BACA JUGA:PLTS Pertamina NRE Terangi Pulau Sembur, Warga Rayakan Kemerdekaan dengan Cara Berbeda

Pembangunan PLTS tersebut akan dilakukan secara bertahap. Pemerintah menyusun tahap pertama sebesar 17 GWp, tahap kedua 18 GWp, dan tahap ketiga 30 GWp.

Pembangunan PLTS juga dilakukan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Pada tahun 2026, pemerintah melanjutkan pembangunan di 39 lokasi PLTS Terpadu dengan nilai Rp450,2 miliar.

PLTS tersebut ditujukan untuk melayani kebutuhan listrik 4.259 rumah tangga. Pemerintah juga membangun tiga Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) senilai Rp50,4 miliar untuk memenuhi kebutuhan listrik 464 rumah tangga.(*)

*) Mahasiswa Magang Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unesa

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: