Padukan Kepekaan Budaya dan Parenting ala Chevalier Inc: Melukis Batik, Menjalin Rasa

Padukan Kepekaan Budaya dan Parenting ala Chevalier Inc: Melukis Batik, Menjalin Rasa

MELUKIS batik colet membutuhkan kekompakan orang tua dan anak. Kreativitas ala Chevalier Inc di PTC Surabaya itu mempererat bonding orang tua dan anak.-Ilmi Bening-Harian Disway

Manusia modern di era teknologi seperti sekarang tak bisa lepas dari gawai. Sayangnya, bonding orang tua dan anak tak cukup hanya diekspresikan dalam komunikasi berbasis gawai.

ORANG TUA adalah panutan bagi anak-anak mereka. Psikolog Esa Kartika Dewantari Samudra menegaskan peran itu dalam gelar wicara di sela lokakarya Batik Painting yang diselenggarakan Chevalier Inc di Pakuwon Trade Center (PTC) Surabaya pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

Peran itu juga berlaku saat berkaitan dengan gawai. Pada hari kerja, orang tua selalu sibuk dengan ponsel. Alasannya, urusan kantor. Maka, jangan heran jika anak-anak pun kemudian sibuk dengan gawai mereka dengan alasan tugas kelompok atau belajar. 

Gawai, menurut Esa, memang bisa menjadi kendala dalam pengasuhan anak. Di sana, ada banyak sekali tawaran hiburan. Selain, tentu saja, keperluan pekerjaan dan sekolah. YouTube, gim daring, media sosial, aplikasi untuk nonton film dan serial, mewarnai aktivitas sehari-hari.

BACA JUGA:Menyeruput Liberika dalam Workshop Membatik Chevalier Inc: Batik Tulis dan Ampas Kopi

BACA JUGA:Chevalier Inc, Komunitas Penggerak Kesehatan Mental dengan Terapi Holistik dan Kreativitas


PSIKOLOG Esa Kartika Dewantari Samudra mengingatkan para orang tua agar sering menciptakan aktivitas bersama anak agar hubungannya menjadi lebih dekat. Gelar wicara berlangsung Sabtu, 22 Agustus 2026.-Ilmi Bening-Harian Disway

"Pengalaman klien saya biasanya menerapkan pengaturan otomatis. Misalnya setelah 15 menit, YouTube atau semua media sosial otomatis berhenti," papar Esa. Cara itu bisa diterapkan oleh orang tua pada gawai anak. Pengaturan seperti itu bahkan di-support pula oleh sejumlah platform.

Namun, yang lebih penting dari itu adalah kemampuan orang tua menghadirkan "hiburan" lain yang tidak berasal dari gawai. "Hiburan" yang dimaksud bukan selalu permainan atau tontonan, melainkan aktivitas bersama. Misalnya, membantu pekerjaan rumah seperti menyapu atau sekadar mengelap kaca.

Tugas-tugas ringan itu akan sangat membantu kesehatan fisik, terutama penglihatan. "Hindari layar ponsel menjelang tidur, prioritaskan konsentrasi dan produktivitas. Saya selalu menyarankan untuk peka, melatih fokus lewat pekerjaan rumah sederhana," terang Esa. 

Aktivitas-aktivitas itu juga akan membuat anak-anak lebih dekat dengan orang tua mereka. Sembari beraktivitas, mereka bisa bertukar cerita atau memamerkan kemampuan dalam pekerjaan rumah. Kedekatan itu penting dan harus diupayakan. 

BACA JUGA:Perkuat Bonding Orang Tua dan Anak dalam Sugialam Urban Survival Camp: Plastic Wrap Bisa Bantu Atasi Luka

BACA JUGA:Workshop Layers of Love, Perkuat Bonding Ibu dan Anak lewat Baking dan Hypnoparenting


BERKREASI bersama orang tua membuat anak-anak teralihkan dari gawai. -Ilmi Bening-Harian Disway

"Tidak apa-apa menggunakan gawai asal harus ada pengawasan dan batasan. Perilaku anak yang kurang baik atau menyimpang itu biasanya muncul karena ketidakseimbangan antara waktu bermain gawai dan stimulasi bonding dari orang tua," pesan perempuan yang juga memiliki kualifikasi hipnoterapi itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: