Pembunuhan Sekeluarga di Palu Diungkap Polisi: Kekerasan Terselubung

Pembunuhan Sekeluarga di Palu Diungkap Polisi: Kekerasan Terselubung

ILUSTRASI Pembunuhan Sekeluarga di Palu Diungkap Polisi: Kekerasan Terselubung.-Arya/AI-Harian Disway-

Persaingan di tempat kerja adalah motif tersangka Aan Kurniawan, 32, membunuh sekeluarga teman kerjanya, Jamil, 32; istri Nur Hanissa, 23; dan anak bayi Rizky, 2, di Palu, Sulawesi Tengah. Mengapa sebrutal itu? Bukankah semua pekerja pasti bersaing?

TENTU, semua pekerja pasti bersaing di banyak bidang. Bersaing semangat, kompetensi, kejujuran, loyalitas, konsistensi, juga kesehatan. Seandainya seorang pekerja hebat di semua bidang, tapi selalu sakit-sakitan, ya percuma.

Namun, ada juga persaingan hitam, sebagaimana kampanye hitam. Menyerang kredibilitas pesaing. Tujuannya, pasti agar si penyerang menang persaingan.

Kasatreskrim Polresta Palu AKP Ismail Bobby, kepada wartawan, menceritakan, berdasar pengakuan tersangka Aan, ia membunuh karena sering dijuluki pemalas oleh Jamil di tempat kerja mereka, usaha potong daging ayam di Lorong PDAM, Kelurahan Duyu, Kota Palu. Julukan itu didengar bos mereka, H Soekardi. 

BACA JUGA:Tersangka Pembunuh Sekeluarga di Palu Ditangkap: Ngumpet di Rawa

BACA JUGA:Pembantaian Sekeluarga di Rumah Potong Ayam di Palu, Sulteng: Diduga Saingan Kerja

Jamil dan anak-istri (anaknya cuma Rizky) diizinkan Soekardi tinggal di tempat kerja, sebuah rumah sekaligus jadi tempat usaha potong daging ayam. Sementara itu, Aan tinggal di tempat lain.

Minggu siang, 26 Juli 2026, Soekardi yang ditemani Jamil mengambil motor di rumah Aan. Belum dijelaskan polisi, apakah itu motor inventaris atau milik Aan pribadi. Namun, pengambilan tersebut membuat Aan sakit hati.

Pada kesempatan lain, Aan kepada polisi bersaksi, ia mengaku tahu akan diberhentikan dari pekerjaan. Gara-gara Jamil.

AKP Ismail: ”Intinya, pelaku merasa sakit hati kepada korban. Penyidik masih memeriksa AK untuk mendalami motif, kronologi lengkap kejadian, serta perannya dalam peristiwa tersebut.”

Dari konstruksi perkara tersebut, bisa diduga bahwa itu akibat persaingan hitam. Setidaknya, berdasar persepsi tersangka Aan, ia merasa dijelek-jelekkan Jamil di tempat kerja. Dalam bahasa awam yang ekstrem, Aan merasa dizalimi Jamil.

Minggu sore, 26 Juli 2026, Aan dan Jamil cekcok di jalan. Belum diungkapkan polisi, apa topik cekcok. Kemudian, mereka sama-sama pulang. 

Malamnya, sekitar pukul 23.00 Wita, saat Jamil sekeluarga tidur, Aan memasuki rumah yang sekaligus tempat kerja itu. Aan membawa dua pisau besar yang biasa digunakan mencincang daging ayam. Saat itulah Aan membunuh Jamil sekeluarga.

Kronologinya: persaingan di tempat kerja, persaingan hitam, pelaku dendam, pecah jadi pembunuhan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: