Pembantu Bunuh Majikan Perempuan di Batam: Brutal Wanita Muda

Pembantu Bunuh Majikan Perempuan di Batam: Brutal Wanita Muda

ILUSTRASI Pembantu Bunuh Majikan Perempuan di Batam: Brutal Wanita Muda.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Perempuan bisa begini: asisten rumah tangga inisial NH, 24, meninju majikan perempuan L, 52, di rumah kompleks Wira Mustika, Batam. L sempoyongan, NH meraih pot bunga, menghantamkannya. Saat roboh, L ditikam pisau dapur sampai tewas. Sudah tewas, pun kepalanyi ditendang.

PERISTIWA itu mencengangkan masyarakat. Bukan hanya heran atas kebrutalan perempuan, melainkan juga sebagai bahan pelajaran bagi ibu-ibu rumah tangga yang punya pembantu perempuan, mengapa bisa terjadi begitu?

Dalam konferensi pers di Mapolresta Barelang, Senin, 31 Agustus 2026, Kapolresta Barelang Kombespol Anggoro Wicaksono menjelaskan, kejadian di rumah korban di Kompleks Wira Mustika Blok D Nomor 56, Kelurahan Sungai Jodoh, Kecamatan Batu Ampar, Batam, Minggu, 30 Agustus 2026, pukul 05.00 WIB.

Lokasi persisnya di rooftop, lantai empat, rumah tersebut. Ketika itu di tempat tersebut sepi. Hanya ada pelaku dan korban. Penghuni rumah lainnya, suami korban, masih tidur. Seorang pembantu wanita lainnya bernama Yanti, 25, sedang bekerja di lantai satu.

BACA JUGA:Dari Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi UMM: Pembantu Pembunuh Bayaran

BACA JUGA:Tersangka Pembunuh Sekeluarga di Palu Ditangkap: Ngumpet di Rawa

NH baru bekerja pada Kamis, 20 Agustus 2026, atau baru sepuluh hari. Beberapa saat sebelum kejadian, NH diperintah L untuk membersihkan toren penampung air di rooftop. NH mengerjakan, L mengawasi.

Saat itulah terjadi pembunuhan seperti terdeskripsikan di atas.

Anggoro: ”Setelah pembunuhan, pelaku kabur meninggalkan rumah tersebut. Orang pertama yang menemukan korban adalah Yanti, ART satu lagi di rumah tersebut. Lalu, dia lapor ke majikan laki-laki.”

Kemudian, majikan laki-laki mengangkat tubuh korban ke lantai bawah. Namun, ia berhenti di lantai dua. Mungkin, karena tenaga tidak kuat atau tidak kuat melihat darah korban mengucur deras dari berbagai bagian tubuh (hasil visum tikaman pisau di delapan titik).

Saat itulah majikan laki-laki menelepon, lapor polisi. Tim polisi tiba di TKP, NH sudah tidak di rumah itu. Polisi diberi info, NH punya kerabat yang tinggal di kawasan Botania, Batam. 

BACA JUGA:Pembunuhan Direkayasa di Kebun Karet Kabupaten Banjar, Kalsel: Korban Tidak Melet

BACA JUGA:Pembunuhan Keji Perangkat Desa Kalipancur, Pekalongan: Motif Gelap Gulita

Tim polisi pun mengejar ke lokasi tersebut. NH berada di sana, ditangkap polisi, ditanya-tanya, NH langsung mengakui membunuh majikannyi, L. Dia dibawa ke mapolresta untuk penyidikan lebih lanjut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: