50 Hektare Lahan Belukar Terbakar di Kutai Barat, Api Berhasil Dipadamkan
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan, berdasarkan laporan yang dihimpun, karhutla masih mendominasi peristiwa bencana di sejumlah wilayah.--BNPB
JAKARTA, HARIAN DISWAY - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Kampung Pepas Eheng, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.
Sedikitnya 50 hektare lahan belukar terbakar dalam peristiwa yang terjadi sejak Jumat siang, 28 Agustus 2026.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Barat bersama TNI, Polri, Manggala Agni, dan dinas pemadam kebakaran langsung diterjunkan untuk menangani kebakaran tersebut.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 50 hektare. Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
BACA JUGA:Kebakaran Hutan Kalimantan Melonjak 366 Persen, 4 Korporasi Besar bakal Diselidiki
BACA JUGA:Kemenhut Ungkap Dugaan Jual-Beli Kawasan Hutan dari Kasus Karhutla
"Luas lahan belukar yang terdampak diperkirakan mencapai 50 hektare. Hingga saat ini, penyebab pasti dari munculnya percikan api pertama di lokasi kejadian masih dalam proses penyelidikan intensif petugas," ujar Berton dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 30 Agustus 2026.
Operasi pemadaman melibatkan personel gabungan BPBD Kutai Barat, Manggala Agni Daops Kaltim, TNI, Polri, serta dinas pemadam kebakaran setempat.
Tim menggunakan kombinasi penyemprotan air bertekanan tinggi dan pemadaman manual. Metode manual diterapkan di sejumlah zona yang sulit dijangkau kendaraan karena kondisi lahan belukar yang rapat.
BPBD Kutai Barat mengerahkan lima unit mobil penanganan kebakaran, satu unit mobil water supply berkapasitas besar, satu unit mobil komando, serta dua unit mobil operasional patroli kedaruratan.
BACA JUGA:Karhutla Kalteng Capai 7.634 Hektare, Prabowo Tambah 4 Helikopter Water Bombing
BACA JUGA:BNPB Siagakan 30 Helikopter dan Kembali Gelar OMC untuk Tangani Karhutla Kalimantan
Manggala Agni dan dinas pemadam kebakaran juga menambah tiga unit mobil operasional untuk mendukung proses pemadaman dan suplai air di lokasi.
Proses pemadaman tidak sepenuhnya berjalan mudah. Petugas menghadapi kepulan asap hitam pekat yang mengganggu pernapasan dan mengurangi jarak pandang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: