50 Hektare Lahan Belukar Terbakar di Kutai Barat, Api Berhasil Dipadamkan
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan, berdasarkan laporan yang dihimpun, karhutla masih mendominasi peristiwa bencana di sejumlah wilayah.--BNPB
Kondisi tersebut turut menyulitkan petugas dalam memetakan titik panas baru di sekitar lokasi kebakaran.
Berdasarkan pemutakhiran sistem satelit kebencanaan pada Sabtu malam, 29 Agustus 2026, kondisi di Kampung Pepas Eheng mulai kondusif.
Api utama yang membakar lahan belukar dilaporkan telah berhasil dipadamkan. Meski demikian, petugas gabungan masih disiagakan untuk melakukan pendinginan dan patroli darat.
BACA JUGA:Bakar Lahan 12 Hektar untuk Tanam Sawit, Pria di Kaltim Jadi Tersangka Karhutla
BACA JUGA:Usai Rapat Karhutla, Prabowo Turun Langsung Tinjau Lokasi Kebakaran di Kubu Raya
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali bara api, termasuk dari titik-titik panas yang berada di bawah permukaan tanah.
BNPB juga memastikan tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka dari masyarakat dalam kebakaran tersebut.
Penanganan karhutla di Kutai Barat dilakukan dalam status siaga bencana hidrometeorologi Kalimantan Timur. Status tersebut ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 100.3.3.1/K.76/2026 dan berlaku sejak 1 April hingga 31 Desember 2026.
Kondisi tersebut membuat kewaspadaan terhadap potensi karhutla di wilayah Kaltim tetap menjadi perhatian, terutama di tengah ancaman cuaca ekstrem. (*)
*) Mahasiswa Magang Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unesa
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: