AS Dorong Negara-Negara G20 Perketat Sanksi Dagang terhadap Tiongkok
Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menghadiri pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 di Asheville, North Carolina pada Senin, 31 Agustus 2026.-Treasury Secretary Scott Bessent-X
HARIAN DISWAY – Amerika Serikat (AS) mendorong negara-negara anggota G20 untuk meninjau kembali ketentuan perdagangan dengan Tiongkok dan mempertimbangkan hambatan perdagangan yang lebih ketat.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyampaikan pernyataan tersebut menjelang pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 yang berlangsung di Asheville, North Carolina, pada 31 Agustus-1 September 2026.
Bessent menilai langkah terkoordinasi diperlukan untuk mengurangi ketidakseimbangan perdagangan global dan mendorong Beijing menggeser perekonomiannya dari ketergantungan terhadap ekspor menuju konsumsi domestik.
Ia menilai derasnya ekspor Tiongkok tidak lagi berkelanjutan di tengah lemahnya permintaan domestik negara tersebut.
“Dunia tidak bisa memiliki Tiongkok dengan surplus perdagangan sebesar USD 1,2 triliun,” ujar Bessent.
BACA JUGA:Trump Klaim AS Kuasai 65 Miliar Barel Cadangan Minyak Venezuela
BACA JUGA:First Lady AS Melania Trump Kembali Bertugas setelah 32 Hari Menghilang dari Publik
Menurutnya, perekonomian Tiongkok yang melemah membuat Beijing semakin mengandalkan ekspor sebagai sumber pertumbuhan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan tekanan terhadap negara-negara lain ketika produk Tiongkok dialihkan ke pasar global.
Bessent mengatakan kebijakan tarif tinggi dan larangan terhadap sejumlah produk Tiongkok yang diterapkan AS telah mengurangi impor dari negara tersebut.
Namun, kebijakan itu juga mendorong sebagian ekspor Tiongkok beralih ke pasar lain, terutama Eropa dan Amerika Latin.
Karena itu, Washington ingin negara-negara G20 turut meninjau hubungan perdagangan masing-masing dengan Beijing.
“Negara-negara lain di dunia harus meninjau kembali ketentuan perdagangan mereka dengan Tiongkok,” kata Bessent.
AS juga mendorong G20 mengeluarkan pernyataan bersama mengenai pengurangan ketidakseimbangan perdagangan dan transaksi berjalan.
BACA JUGA:Indonesia dan Tiongkok Dorong Penyelesaian Code of Conduct di Laut China Selatan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: