Skor PISA Anjlok, Unesa GASPOL dari Ruang Kelas
Guru Labschool Unesa mengikuti kegiatan pelatihan GASPOL Membaca dan Numerasi.-Humas Unesa-
HARIAN DISWAY, SURABAYA — Realitas krisis literasi membaca dan numerasi anak-anak Indonesia yang stagnan di level kognitif bawah dijawab Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui sebuah aksi nyata di ruang kelas. Unesa resmi meluncurkan cetak biru metode pembelajaran inovatif bertajuk GASPOL (Gerakan Akselerasi Strategis untuk Peningkatan dan Optimalisasi Literasi) dalam Pelatihan Membaca dan numerasi bagi para pendidik di Auditorium LPPM, Kampus 2 Lidah Wetan, Jumat, 28 Agustus 2026. Langkah ini menempatkan Labschool Unesa sebagai laboratorium hidup sekaligus lokus utama pergerakan.
Kegiatan ini merupakan babak lanjutan dari pembekalan awal bertajuk GASPOL Sains yang telah sukses dilaksanakan bagi para guru Labschool Unesa pada 8–9 Agustus lalu. Intervensi ini dilakukan sebagai respons langsung terhadap laporan hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022, di mana skor membaca siswa Indonesia merosot ke angka 359—jauh di bawah rata-rata negara OECD sebesar 476. Walaupun tren Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) naik hingga 79 persen pada 2024, mayoritas murid di Indonesia terbukti masih tertahan di Level 2 atau sekadar menemukan informasi tersurat tanpa kemampuan menganalisis.
Staf Ahli Rektor Unesa Bambang Yulianto memaparkan bahwa lahirnya gagasan GASPOL dilatarbelakangi fenomena ironis anak-anak yang mahir berhitung cepat secara mekanis, tetapi gagap saat dihadapkan pada logika terapan. Ia mencontohkan anak yang lancar menyelesaikan soal pangkat, tetapi kebingungan menghitung sisa uang kembalian saat bertransaksi di dunia nyata. Menurutnya, fenomena ini memperlihatkan adanya jurang pemisah yang lebar antara keterampilan berhitung dengan pemahaman bacaan.
"Metode ini kita rancang agar guru memiliki panduan praktis yang mudah diingat dan langsung berdampak di kelas. Harapan besar kita, gerakan GASPOL tidak hanya berhenti di lingkup internal, tetapi juga bergema ke seantero Indonesia sebagai identitas keunggulan Unesa dalam memelopori inovasi pedagogis," tegas Bambang saat memotivasi para peserta pelatihan.
BACA JUGA:Heboh! Grup WA Diduga Bermuatan Konten LGBT Diselidiki Polisi, Sasar Siswa Sekolah di Jaksel
BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Kepala Seksi Community Center Unesa Afif Dwi Nugraha: Ri Jiu Yue Jiang
Menjawab persoalan tersebut, Unesa merumuskan sintaks "Mesin Penalaran GASPOL" yang mengintegrasikan tahapan Olah Nalar dengan pemetaan standar PISA/AKM. Enam tahapan tersebut dioperasikan secara terstruktur: Gali pengetahuan awal (Amati), Ajukan pertanyaan (Tanya), Sangka (Duga), Pembuktian (Bukti), Olah makna (Simpulan), hingga Lakukan refleksi dan tindak lanjut (Terapkan).
Pakar Literasi UNESA Kisyani Laksono menjelaskan bahwa metode ini mengikis kecenderungan membaca mekanis melalui pergeseran paradigma total guru—dari sekadar pemberi jawaban satu arah menjadi pemandu nalar kritis siswa (Higher Order Thinking Skills/HOTS). Di kelas, eksekusinya dikemas secara fleksibel lewat pembiasaan "Rutinitas 15 Menit Fokus" sebelum kegiatan belajar mengajar maupun pada tahap inti. Siswa juga dibekali formula analisis multimodal LOOK (Location, Outliers, Overview, Key-takeaway) guna melatih kemampuan membedah infografis, diagram, dan data statistik.
Penguatan ini diperjelas pada praktik peer teaching hari kedua pelatihan, Sabtu, 29 Agustus 2026. Guru-guru Labschool meruntuhkan sekat mata pelajaran dengan menggelar pembelajaran Teks Eksposisi lintas disiplin yang memadukan Bahasa Indonesia, Biologi, Ekonomi, Sosiologi, hingga Pendidikan Pancasila. Dalam tahap "Pembuktian", siswa diajak membedah isu kontemporer seperti analisis gizi program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau krisis sampah plastik menggunakan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) dan jurnal ilmiah.
Dampaknya langsung dirasakan oleh para pendidik. Widya Utami, salah satu guru peserta pelatihan, mengungkapkan fenomena siswa masa kini yang kerap memiliki kecakapan public speaking artikulatif tetapi minim fondasi membaca. "Fleksibilitas metode GASPOL sukses mendobrak kebekuan tersebut; sintaksnya tidak hanya memfasilitasi pembiasaan membaca secara terstruktur, tetapi juga memantik nalar kritis siswa agar bertransformasi menjadi pembelajar aktif," tutur Widya. Hal senada ditegaskan Oktaviani Tri Saprika yang menilai GASPOL sebagai penyederhanaan strategis yang memberi ruang bagi guru untuk fokus membangun ekosistem kelas yang interaktif tanpa terbebani kerumitan administratif.

Staf Ahli Rektor Unesa, Bambang Yulianto dalam Kegiatan Pelatihan GASPOL untuk guru Labschool Unesa.-Humas Unesa-
Merespons terobosan ini, Direktur Labschool Unesa Sujarwanto menyambut optimistis penerapan sintaks GASPOL untuk mempertajam kemampuan problem solving murid sejak dini. Ia menegaskan kesiapan seluruh jajaran sembilan sekolah Labschool Unesa (TK, SD, SMP, SMA, dan SMK) untuk membumikan riset ini sebelum direplikasi secara nasional.
Melalui Aksi Nyata GASPOL yang siap dieksekusi di ruang kelas pada September 2026, Unesa meneguhkan posisinya sebagai lokomotif pembaruan pendidikan. Inovasi dari Unesa ini membuktikan bahwa pemulihan krisis skor PISA tidak lagi berkutat pada wacana teoretis, melainkan dimulai dari perubahan nyata di meja belajar siswa. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: