Bupati Sanusi Resmikan Eco Office, Perluas Program Hijau ke Seluruh OPD hingga Kecamatan
BUPATI MALANG HM Sanusi meninjau dan meresmikan eco office Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang. Ia menekankan birokrasi hijau dan bakal mewajibkannya di seluruh OPD.--PDIP Jatim
MALANG, HARIAN DISWAY – Bupati Malang HM Sanusi meninjau sekaligus meresmikan program Eco Office di kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang pada Senin, 31 Agustus 2026. Ia berjanji, program Eco Office tidak akan berhenti di kantor DLH saja.
Sanusi bakal mewajibkan program birokrasi hijau tersebut ke seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga tingkat kecamatan. Namun, pelaksanaannya akan bertahap. Menurutnya, birokrasi hijau harus dimulai dari perubahan perilaku dan pola pikir aparatur, bukan sekadar mempercantik lingkungan perkantoran.
"Perubahan perilaku itu yang paling penting. Kepala daerah dan seluruh aparatur pada dasarnya adalah pelayan masyarakat. Karena itu, kemandirian, efisiensi, dan budaya menjaga lingkungan harus dimulai dari lingkungan kerja kita sendiri," ujar Sanusi dalam pernyataan media Rabu, 2 September 2026.
Politisi PDI Perjuangan (PDIP) tersebut menilai, aparatur sipil negara (ASN) memiliki posisi penting dalam memberikan contoh penerapan perilaku ramah lingkungan. Karena itu, budaya kerja yang hemat energi, mandiri, dan peduli lingkungan perlu dibangun secara konsisten di lingkungan pemerintahan.
BACA JUGA:Fraksi PDIP Minta Perincian Proyeksi Pembiayaan Pilgub Jatim dan Dasar Dana Cadangan Rp600 M
BACA JUGA:Berpidato 2,5 Jam dalam Konsolidasi, Megawati Soekarnoputri Bakar Semangat Kader PDIP Jatim
Sebagai tahap awal, kantor DLH Kabupaten Malang dijadikan laboratorium hidup atau living lab. Konsep tersebut memungkinkan masyarakat maupun instansi lain melihat secara langsung penerapan berbagai teknologi ramah lingkungan dalam aktivitas perkantoran sehari-hari.
Sejumlah inovasi lingkungan telah diintegrasikan di kantor tersebut. Di antaranya penggunaan panel surya (solar cell) sebagai sumber energi terbarukan untuk mengurangi konsumsi listrik berbasis fosil.
Selain itu, terdapat pengolahan biogas dan bank sampah, sistem penampungan air hujan, serta smart irrigation yang memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT).
Namun, Sanusi menekankan Eco Office bukan hanya soal penggunaan teknologi. Perubahan budaya kerja juga menjadi bagian penting dari program tersebut.
BACA JUGA:Sekjen Hasto Ungkap Lima Pesan Megawati Soekarnoputri untuk Kader PDIP Jatim
BACA JUGA:Konsolidasi Internal, PDIP Jatim Janjikan Kehadiran Langsung Kader hingga Akar Rumput
Para pegawai didorong membangun kebiasaan sederhana yang berdampak terhadap lingkungan. Mulai dari mencuci cangkir sendiri, membiasakan berjalan kaki, hingga melakukan plogging atau jalan sehat sambil memungut sampah setiap Jumat.
Menurut Sanusi, kebiasaan tersebut harus menjadi bagian dari keseharian aparatur sehingga kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada program atau fasilitas tertentu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: