5 Buku Rekomendasi Sungchan RIIZE, Banyak Baca Soal Pengembangan Diri

5 Buku Rekomendasi Sungchan RIIZE, Banyak Baca Soal Pengembangan Diri

Dijuluki Toko Buku Berjalan, Ini 5 Buku yang Dibaca Sungchan RIIZE-Instagram-@riize_official

Word of Rest merupakan kumpulan esai reflektif karya Gongbaek, seorang BookTuber asal Korea Selatan. Buku itu lahir dari pengalaman penulis sebagai pekerja lepas yang terbiasa menghadapi jam kerja tidak menentu.

Kesibukan dan tuntutan untuk selalu produktif membuat Gongbaek menyadari bahwa tubuh dan pikiran juga membutuhkan ruang untuk berhenti.

Di dalamnya, Gongbaek mengumpulkan 100 kutipan tentang istirahat dari karya sastra, buku, film, dan seni visual. Kutipan-kutipan tersebut menjadi pintu masuk untuk membahas berbagai cara beristirahat.

Gongbaek juga membagikan pengalaman mencoba banyak metode. Seperti bepergian, meditasi, yoga, membereskan rumah, hingga sekadar diam tanpa melakukan apa pun. Buku itu mengingatkan pembaca bahwa cara beristirahat setiap orang tidak harus sama.

BACA JUGA:RIIZE, Boy Group Baru SM Entertainment Umumkan Nama Fandom, Fans: Ayo Tumbuh Bersama!

BACA JUGA:6 Alasan RIIZE Layak Jadi Idola Barumu, Kecil-Kecil Cabe Rawit!

Pesan yang ditawarkan cukup sederhana. Berhenti sejenak bukan berarti gagal menjadi produktif. Justru dengan memberi ruang bagi diri sendiri, seseorang dapat kembali menjalani hidup dengan energi yang lebih baik.

5. Dopamine Nation karya Anna Lembke


Dopamine Nation karya Anna Lembke mengulas cara kerja otak dalam menjaga keseimbangan antara kesenangan instan dan rasa sakit-Gramedia-

Buku terakhir adalah Dopamine Nation karya Anna Lembke. Sungchan pernah menyebut dirinya membaca buku ini dalam bentuk e-book.

Buku tersebut membahas hubungan antara kenikmatan, rasa sakit, dan cara kerja otak manusia. Lembke menjelaskan bahwa otak selalu berusaha menjaga keseimbangan ketika seseorang terus-menerus mengejar kesenangan.

Masalah muncul ketika manusia terlalu sering mencari kepuasan instan. Kebiasaan mengonsumsi media sosial, makanan, hiburan, atau hal lain secara berlebihan dapat membuat otak semakin sulit merasa puas.

BACA JUGA:7 Impian Member RIIZE, dari Skydiving Hingga Collabs dengan Bruno Mars

BACA JUGA:Daebak! Baru Debut, RIIZE Dikontrak RCA Records, Perusahaan Rekaman Justin Timberlake

Melalui konsep homeostasis, Lembke menjelaskan bahwa kenikmatan yang berlebihan dapat diikuti rasa tidak nyaman. Akibatnya, seseorang bisa merasa cemas, kosong, atau tidak bahagia ketika tidak mendapatkan rangsangan yang biasa dicari.

Buku itu mengajak pembaca membangun hubungan yang lebih sehat dengan dopamin. Bukan dengan menghilangkan seluruh kesenangan, melainkan dengan belajar mengendalikan keinginan dan memahami batas diri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber