Peran Baru Ristro Mitrevski di Persebaya, Jadi Jangakar Permainan Bajol Ijo
Aksi Risto Mitrevski saat membela Persebaya melawan Persija di Piala Presiden, Minggu, 26 Juli 2026.-Media Persebaya-
Pergerakan Jefferson dari sisi lapangan beberapa kali membuka jalur menuju pertahanan PSIM. Bahkan, kontribusinya dalam proses membangun serangan ikut berperan dalam terciptanya gol kemenangan.
Di sinilah maksud Bernardo mulai terlihat. Menambah pemain di area tengah bukan semata-mata untuk bertahan, melainkan memastikan ketika bek sayap maju, masih ada pemain yang menjaga keseimbangan.
BACA JUGA:Jalan Wonderkid Persebaya Aleandro Alan, Bawa Timnas Indonesia U-20 Lolos Piala Asia
BACA JUGA:Saddil Ramdani Resmi ke Persebaya, Dipinjam dari Persib Bandung!
Bernardo Tavares Puji Daya Juang Pemainnya

Bernardo Tavares ketika memimpin skuad Persebaya melawan PSIM Yogyakarta di pekan kedua Super League 2026/2027.-Boy Slamet-Harian Disway
Situasi pertandingan berubah setelah PSIM harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-49. Secara jumlah pemain, Persebaya tentu memiliki keuntungan. Tapui, keunggulan itu tidak otomatis membuat pertandingan menjadi mudah.
Bernardo justru melihat tim yang kehilangan pemain biasanya akan bermain semakin rapat. Ruang dipersempit, garis pertahanan diturunkan, dan setiap pemain bekerja lebih keras untuk mempertahankan hasil.
“Ketika sebuah tim bermain dengan 10 orang, mereka cenderung menutup ruang rapat-rapat dan bertahan total,” kata Bernardo.
Persebaya pun harus bekerja ekstra untuk membongkar pertahanan tersebut. Umpan silang, tembakan, hingga sejumlah situasi berbahaya terus diciptakan sebelum akhirnya gol Alex Martins memecah kebuntuan.
BACA JUGA:Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Persebaya Pulang ke Surabaya Lewat Jalur Darat
BACA JUGA:Jersey Persebaya 2026/2027, Super Ringan dan 100 Persen Buatan Indonesia!
Bagi Bernardo, yang terpenting bukan sekadar jumlah peluang. Fokus pemain sepanjang pertandingan menjadi faktor utama.
Persebaya akhirnya mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi. Kemenangan itu memperlihatkan bahwa strategi menyerang tidak selalu berarti menumpuk pemain di depan. Dalam sepak bola, agresivitas tetap membutuhkan fondasi.
Risto menjadi penyeimbang. Jefferson mendapatkan kebebasan bergerak. Dan Persebaya tetap mampu mempertahankan struktur ketika PSIM mengubah pendekatan setelah kehilangan satu pemain. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: