Perang Dunia dari Dapur Ibu

Perang Dunia dari Dapur Ibu

ILUSTRASI Perang Dunia dari Dapur Ibu.-AI/ARYA-HARIAN DISWAY-

”NAK, awas! Banyak negara mulai siap-siap. Stok makanan, air, obat-obatan.” Begitu Ibu saya mengingatkan. Seperti biasa. Santai. Seolah sedang membicarakan harga cabai.

Ibu memang rajin mengikuti berita. Televisi sore. YouTube. Sesekali TikTok. Hasil pengamatannya sering masuk ke meja sarapan. Istri saya pun beberapa kali menyampaikan kekhawatiran serupa.

Saya mendengarkan. Menyimpannya dulu. Materi kuliah harus disiapkan. Jadwal mengajar menunggu. Belakangan perhatian juga tersita demonstrasi dan tekanan politik dalam negeri.

Tiga hari saya tidak mengikuti perkembangan perang secara utuh.

BACA JUGA:Senja Kala Delapan WNI yang Terseret Perang Rusia-Ukraina

BACA JUGA:Perang di Kepala Kita

Dulu, menjelang Covid-19, ibu pernah memperingatkan saya. Saya tertawa. Rupanya virus tidak peduli siapa yang lebih banyak membaca.

Tak lama kemudian, kampus tutup. Jalanan kosong. Masker lebih sulit dicari daripada mahasiswa yang terlambat mengumpulkan tugas.

Dalam mobil sepulang kegiatan, obrolan sarapan itu muncul lagi. Saya mulai memeriksa perkembangan internasional.

Rupanya benar. Banyak negara sedang bersiap. Ada yang menyiapkan pasukan. Ada yang mengatur cadangan makanan. Ada pula yang mulai menghitung kebutuhan air minum rakyatnya.

BACA JUGA:Terjebak dalam Perang yang Tidak Kita Deklarasikan

BACA JUGA:Petaka Perang di Ujung Selat

Nuklir dan Dua Galon

Inggris meluncurkan kampanye Be Ready pada 22 Oktober. Rakyat dianjurkan mempunyai persediaan darurat tiga hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: