Perang Dunia dari Dapur Ibu
ILUSTRASI Perang Dunia dari Dapur Ibu.-AI/ARYA-HARIAN DISWAY-
Survei terhadap 10.791 orang menemukan, hanya 4 persen yang memiliki air kemasan cukup untuk tiga hari. Sebanyak 82 persen bahkan kurang dari kebutuhan sehari.
Keluarga empat orang memerlukan 36 liter. Hampir dua galon besar.
Inggris mempunyai kapal selam nuklir. Rudal Trident. Teknologi pertahanan mutakhir. Namun, untuk menyeduh kopi, rakyatnya tetap memerlukan air.
Norwegia sudah menganjurkan persediaan seminggu sejak 2024. Swedia membagikan panduan menghadapi krisis. Uni Eropa menetapkan sasaran kesiapsiagaan 72 jam pada 2025.
BACA JUGA:Telepon Penangkis Perang
BACA JUGA:Ketika Perang Tak Mengenal Musim Semi
Tidak berarti perang dunia akan meletus tiga hari lagi. Bencana dan pemadaman listrik juga masuk perhitungan.
Yang menarik justru perubahan cara berpikirnya. Pertahanan tidak lagi hanya urusan tentara. Ketika listrik mati, pelabuhan berhenti, dan air tidak mengalir, masyarakat tetap harus hidup. Ternyata dapur pun sekarang masuk hitungan keamanan nasional.
Rusia dan Pagar NATO
Lihat Kaliningrad. Wilayah Rusia itu terjepit di antara Polandia dan Lithuania. Kecil di peta. Besar dalam perhitungan militer.
Pada 30 September, Moskow memperingatkan NATO. Jika Kaliningrad diisolasi, Rusia siap menggunakan seluruh kemampuannya. Termasuk nuklir.
Ancaman bersyarat. Belum ada serangan yang dijadwalkan.
NATO pun tidak tinggal diam. Pada 6 sampai 15 Oktober, sekitar 8.000 personel mengikuti latihan komando Steadfast Duel 26 yang melibatkan seluruh (32 negara) anggota NATO. Darat, laut, udara, siber, hingga ruang angkasa masuk perhitungan.
Jerman menyiapkan brigade permanen di Lithuania. Target kesiapan penuh pada 2027.
Rusia belum menuntaskan perangnya di Ukraina. Ukraina masih bertahan. NATO sendiri menilai serangan Rusia terhadap anggotanya belum menjadi ancaman segera.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: